Di dunia ada 5 negara tertinggi arus FDI nya yaitu Singapura, Jepang, Korsel, UK dan China.
Kepala Hubungan Internasional dan Investasi, Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, Singapura masih mendominasi arus modal langsung asing yang masuk ke Asia Tenggara sebesar 50%. Sedangkan proporsi Indonesia baru sebesar 14%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Shinta mengatakan, Indonesia pada 2014 alami kenaikan arus masuk FDI sebesar 20% atau mencapai US$ 23 miliar. Sendangkan Singapura yang menduduki peringkat pertama arus FDI dari negara-negara di ASEAN, hanya meningkat sebesar 4% di angka US$ 68 miliar.
"Jadi secara pertumbuhan, pertumbuhan FDI Indonesia nomor 1 di Asia Tenggara, namun angkanya masih kalah dibanding Singapura," katanya.
Shinta menambahkan, Vietnam saat ini menjadi destinasi menarik tujuan investasi di Asia Tenggara. Negara tersebut justru FDI nya hanya naik 3% ke angka US$ 9,2 miliar pada 2014.
"Karena keunggulan biaya dan efisiensi, FDI banyak mengalir ke negara berpenghasilan rendah di ASEAN," katanya.
Sementara itu Direktur Pengembangan Bisnis Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Pratito Soeharyo mengatakan pemerintah terus berupaya menarik investor asing dengan menyiapkan layanan One Stop Service atau Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Adanya PTSP proses perizinan di 22 kementerian sudah bisa diakses di BKPM.
"BKPM harus fokus distribusikan lokasi investasi. Kurangi proporsi Jawa dari tahun 2014 sebesar 43,9% menjadi 41% di tahun 2015," katanya.
Hadir dalam acara ini antara lain Senior Economist and Chair of the Board of Directors of Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Foundation Djisman S. Simanjuntak, Direktur Pengembangan Bisnis BKPM Pratito Soeharyo, Kepala Hubungan Internasional dan Investasi APINDO Shinta Widjaja Kamdani, koresponden ABC News Indonesia Goerge Roberts,
Laporan dari United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) atau Konferensi Perdagangan dan Pembangunan PBB bahwa Asia Timur dan Tenggara mengalami pertumbuhan investasi langsung asing pada 2014 sebesar 10%.
Arus gabungan investasi langsung asing (FDI) ke Asia Timur dan Tenggara pada tahun 2014 mengalami peningkatan 10% hingga mencapai rekor bersejarah US$ 381 miliar.
Secara sub wilayah, arus masuk FDI ke Asia Timur tumbuh 12% ke angka US$ 248 miliar, sementara Asia Tenggara memperoleh peningkatan 5% hingga US$ 133 miliar.
(hen/rrd)











































