Seorang pedagang bernama Agus mengatakan, naiknya dolar AS hingga kisaran Rp 13.300 membuat baju impor di tingkat distributor atau importir mengalami kenaikan harga.
"Naiknya nggak banyak, kalau dihitung per potong baju paling kisaran antara Rp 2.000-3.000. Paling mahal ada naik sejak dolar kuat Rp 5.000," kata Agus kepada detikFinance, Rabu (24/6/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita naikkan. Barang kan dari China beli pakai dolar, dan kita usahakan pasti naik, meski cuma Rp 5.000. Biasanya pelanggan juga nawar, jadi kalau nggak naik margin turun saja sedikit," jelasnya.
Kenaikan harga pasca menguatnya dolar AS juga diamini pedagang lainya. Dedi, salah seorang pedagang mengaku ada kenaikan Rp 2.000-3.000 per potongnya di harga distributor.
"Barang rata-rata dari Hong Kong. Tapi kalau naiknya besar baru kita naikkan semua," kata Toni.
(ang/ang)











































