Haruskah Indonesia Pantau Polemik Utang Yunani?

Haruskah Indonesia Pantau Polemik Utang Yunani?

Maikel Jefriando - detikFinance
Kamis, 25 Jun 2015 09:35 WIB
Haruskah Indonesia Pantau Polemik Utang Yunani?
Foto: Reuters
Jakarta -

Permasalahan utang Yunani belum juga mencapai titik temu. Negosiasi masih terus dilakukan antara kreditur, yakni IMF (Dana Moneter Internasional), ECB (Bank Sentral Eropa), dan Komisi Eropa dengan pemerintah Yunani untuk penyelesaian utang senilai 1,54 miliar euro tersebut.

Berulang kali negosiasi gagal dan membuat pasar keuangan global justru bergejolak. Kata sepakat sangat ditunggu para investor. Sebab ini yang akan menjadi kepastian dari arah perekonomian ke depan.

Indonesia, mau tak mau harus ikut terpengaruh di dalamnya. Meskipun Indonesia dan Yunani tak terkoneksi secara langsung. Namun, di era perekonomian sekarang, negara manapun yang sedang bergejolak akan terkena dampak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kawasan Eropa memang mengalami tekanan paling besar akibat ketidakpastian Yunani. Seperti yang terlihat pada nilai tukar Euro dan indeks saham Eropa dalam beberapa waktu terakhir.

"Situasi di pasar keuangan Eropa berpotensi lebih bergejolak jika situasi utang di Yunani kembali memburuk. Yunani saat ini masih dihantui oleh kewajiban pembayaran utang pada bulan ini. Kegagalan pembayaran utang Yunani akan memberi sentimen negatif ke nilai tukar euro dan indeks saham Eropa," kata Myrdal Gunarto, Ekonom PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) kepada detikFinance, Kamis (25/6/2015)
 
Hal ini sekaligus menjadi sentimen negatif bagi pelaku pasar dari negara lain. Karena artinya pasar keuangan tengah mengalami guncangan. Ada kecenderungan dana akan mengarah ke Amerika Serikat (AS) karena dianggap sebagai safe haven country. Termasuk dari Indonesia.

Kondisi ini akan membuat dolar AS menguat terhadap mata uang negara lain. Rupiah pun juga akan terperosot cukup dalam dan berdampak terhadap perekonomian nasional.

"Perkembangan utang Yunani yang masih belum jelas juga akan mendorong pelemahan Rupiah lebih lanjut," sebutnya.

Maka dari itu, meskipun persoalan Yunani menjadi faktor di luar kontrol pemerintah. Namun tetap tak bisa luput dari perhatian. Penguatan fundamental ekonomi adalah langkah yang sejatinya harus direalisasikan.

(mkl/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads