Ingin Bongkar Muat di Priok Cepat? Ini Usul Operator Pelabuhan Terbaik Asia

Laporan dari Hong Kong

Ingin Bongkar Muat di Priok Cepat? Ini Usul Operator Pelabuhan Terbaik Asia

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Kamis, 25 Jun 2015 11:24 WIB
Ingin Bongkar Muat di Priok Cepat? Ini Usul Operator Pelabuhan Terbaik Asia
Hong Kong - Pengelola terminal peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, menilai persoalan proses bongkar muat hingga keluar pelabuhan, atau dwelling time untuk barang impor sudah berlangsung lama. Hal ini diamini oleh operator terminal peti kemas Tanjung Priok, yakni PT Jakarta International Container Terminal (JICT).

Menurut JICT, persoalan mengerucut pada proses perizinan atau administrasi di pre customs clearance, dan customs. Di sini terdapat belasan institusi pemerintah yang terlibat, khususnya pada saat pre customs.

Kondisi ini diperparah dengan standar pelayanan yang berbeda dan koordinasi yang berjalan sendiri-sendiri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Masalah mungkin masing-masing departemen belum paham," kata Presiden Direktur JICT, Riza Erivan, di Hotel JW Marriot, Hong Kong, Selasa Malam (24/6/2015).

Riza menyebut, operator pelabuhan sama sekali tidak terkait pada proses yang memperlama arus keluar masuk pelabuhan. Justru, operator ingin pergerakan barang berjalan dengan cepat, sehingga terminal tidak dipenuhi oleh kontainer.

"Dwelling time bukan kita operator. Kalau operator, kita ingin kargo cepat keluar. Jadi masalah ada di badan pemerintah seperti Kemendag, Bea Cukai, Kementan, BPOM dan lain-lain. Itu lama," sebutnya.

Melihat kondisi tersebut, operator pelabuhan meminta pemerintah, agar proses perizinan berada di bawah satu payung, layaknya pengurusan izin satu pintu. Perizinan ini harus dikordinasi oleh insitusi seperti Otoritas Pelabuhan, Kementerian Perhubungan.

"Kalau Bea dan Cukai kurang tepat. Seharusnya Otoritas Pelabuhan yang jadi koordinator. Kita bikin satu atap dan semua K/L (Kementerian/Lembaga) dalam 1 SOP," ujarnya.

Bila proses perizinan seperti saat pre customs dan custom berada dalam 1 payung, maka operator pelabuhan optimistis target dwelling time sebesar 4,7 hari seperti permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dapat tercapai.

"Bila 1 pintu maka target pemerintah dwelling time 4,7 bisa terwujud. Syaratnya ialah ada SOP yang jelas. SOP harus disepakati oleh masing-masing institusi," paparnya.

Seperti diketahui, JICT menoreh prestasi pada pertengahan tahun ini. Terminal peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok ini, menjadi jawara di Asia.

JICT dinobatkan sebagai terminal peti kemas terbaik di Asia untuk katagori terminal peti kemas di bawah 4 juta TEUs. JICT dinobatkan sebagai pemenang, karena mampu menciptakan pelayanan berkualitas, membangun sumber daya manusia terbaik dan melahirkan inovasi di sisi kepelabuhan.

(feb/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads