Salah satu perajin kopiah di Desa Ngembe Kecamatan Beji, Ahmad, mengakui dirinya kebanjiran pesanan. Meski setiap bulan puasa ia selalu menerima banyak pesanan, namun ramadan tahun ini jauh lebih banyak.
"Karyawan harus lembur agar bisa mencapai target pesanan," kata Ahmad, di rumahnya yang sekaligus menjadi lokasi pembuatan kopiah, Rabu (25/6/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pesanan dari Surabaya, Jakarta hingga Bandung. Bahkan ada pesanan dari Malaysia dan Singapura," ujar Ahmad.
Ahmad mengaku, setiap tahun terus memperbarui model kopiah hasil produksinya. Hal itu dilakukan agar para pelanggan selalu punya pilihan dan tak bosan.
Harga kopiah hasil produksinya tergantung model. Untuk kopiah warna putih dengan motif bordil biasa dijual seharga Rp 60 ribu/kodi, sedangkan kopiah berwarna dengan motif bordil full bisa mencapai Rp 1 juta.
"Ukurannya antara 8 sampai 12," pungkas Ahmad sembari sibuk mengemas kopiah miliknya.
(rrd/rrd)










































