Ini Usulan Anggota DPR Agar Harga Pangan Tak Naik-Turun

Ini Usulan Anggota DPR Agar Harga Pangan Tak Naik-Turun

Lani Pujiastuti - detikFinance
Kamis, 25 Jun 2015 17:40 WIB
Ini Usulan Anggota DPR Agar Harga Pangan Tak Naik-Turun
Jakarta - Pemerintah didorong melakukan terobosan dalam hal pengendalian harga pangan berbagai kebutuhan pokok. Kuncinya adalah pemerintah harus punya stok untuk mengawal pergerakan harga pangan di masyarakat.

Wakil Ketua Komisi IV DPR-RI Ibnu Multazam mengusulkan Perum Bulog dimaksimalkan peranannya tak hanya mempunyai stok beras, namun pangan lainnya seperti jagung, kedelai, daging, dan lainnya. Selain itu, Bulog harus melakukan perubahan mendasar dalam penyerapan beras/gabah petani.

Ibnu mengatakan selama ini pengadaan Bulog sebanyak 70% adalah beras, sedangkan sisanya 30% dalam bentuk gabah. Ke depannya Bulog didesak melakukan perubahan pola serapan yaitu 70% gabah dan 30% beras.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia beralasan gabah bisa disimpan lebih lama, sedangkan beras hanya 6 bulan, sedangkan gabah bisa sampai 1-2 tahun. Sehingga cadangan pangan nasional aman, hanya butuh kemauan.

"Kenapa Bulog selama ini tidak main di gabah. Gudang Bulog tidak dilengkapi dengan pengering," katanya dalam Diskusi Publik dan Buka Puasa Bersama berlokasi di Aula Graha Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Kantor DPP PKB, Cikini, Kamis (25/6/2015).

Selain beras, Ibnu mengusulkan agar Bulog punya infrastruktur gudang yang lebih beragam dan modern untuk berbagai jenis pangan. Selama ini, pasca panen banyak komoditas pangan langsung diserap dan dikuasai pedagang sehingga mudah ada permainan harga pangan.

"Kalau negara bisa menguasai produk pertanian lebih lama, itu setelah panen tidak langsung ke tangan pedagang. Jadi stok mudah diukur dan operasi pasar mudah dilakukan. Rekomendasi saya, bagaimana negara bisa menguasai produk pertanian," katanya.

Ia mengusulkan di sentra cabai dan bawang, perlu dibantu pendingin supaya hasil panen bisa disimpan lebih lama. Artinya Bulog ke depan tak hanya menguasai stok berasm, namun bisa menguasai stok gula, daging, garam dan produk hortikultura seperti bawang dan cabai.

"Kita gadang-gadang Bulog supaya jadi lembaga otoritas pangan sehingga tidak perlu PT Pangan. Cukup Bulog bergeser menjadi lembaga pangan nasional," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Perum Bulog Djoni Nur Ashari mengatakan kunci dari stabilisasi harga adalah stok dan rantai distribusi. Untuk itu, dalam jangka pendek pihaknya terus melakukan operasi pasar beras, gula, bawang dan lainnya.

"Rencana hari Sabtu akan kita lepas dari gudang Bulog DKI beras, gula, dan bawang merah. Stok untuk menghadapi puasa hingga lebaran aman. Harga kita pantau, kenaikannya tidak signifikan meski secara psikologis," katanya.

(hen/rrd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads