Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bertemu dengan Menteri Perhubungan (Menhub) Jonan Ignasius. Pertemuan berlangsung singkat di Bandara Internasional Juanda. Salah satu yang dibicarakan terkait proyek pembangunan Trem, yang ditargetkan selesai dalam 3 tahun atau 2018.
Pada pertemuan itu, Risma juga banyak membahas soal masalah transportasi massal dan persiapan menghadapi lebaran. Khusus Surabaya, menurut Risma akan segera dibangun transportasi massal berupa Trem.
Bahkan tahun ini diharapkan segera bisa dilakukan groundbreaking untuk proyek trem yang akan 'membelah' Kota Pahlawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya, Risma tidak menanyakan anggaran yang dibutuhkan untuk proyek trem itu.
Tapi kata Risma, Menhub Jonan menjelaskan bila pembangunan proyek itu akan berjalan memakan waktu 3 tahun. Namun Risma meyakinkan bila proyek itu bisa rampung hanya 2 tahun. Trem tersebut sepanjang 12 Kilometer.
"Dua tahun bisa karena kan di bawah, nggak sulit karena kan dibawah, nggak sulit menurut saya," katanya.
Dengan jalur sepanjang 12 Kilometer, kata Risma, maka setiap lima menit nantinya ada kedatangan trem. "Bagusnya ada timur ke barat, makanya lagi cari, kalau bisa percepatannya supaya pararel," katanya.
Untuk percepatan transportasi massal secara pararel itu, Risma mengaku saat ini sedang melakukan pendekatan terhadap lembaga dari asing untuk investasi percepatan tersebut. Sayangnya Risma masih menyimpan identitas lembaga yang berencana mendanai proyek itu.
"Mudah-mudahan berhasil. Nanti saja kalau sudah clear. Lembaga itu meminta saya tidak menarik uang, oke saya jawab. Maksudnya free. Tapi biaya operasional pengganti angkot harus kita bayar agar sopirnya itu tepat waktu," kata Risma.
Soal trem itu nantinya Pemkot Surabaya akan kerjasama dengan PT KAI, karena memiliki pengalaman dalam hal transportasi tersebut. Kalaupun Pemkot Surabaya punya uang tetap akan menggandeng PT KAI.
"Kita tidak punya pengalaman untuk operator, kita tidak punya pengalaman untuk operasionalnya. Anggaranya sudah ada kok," kata Risma.
Berapa? "Aku nggak takon (tanya) rek," katanya.
Terintegritas dengan angkutan umum. Menurut Risma, Dinas Perhubungan sudah merencanakan membuat park and ride, ada parkir moving di beberapa tempat.
"Pemkot sudah merencanakan semua itu," kata Risma
(iwd/rrd)











































