β'Rumah-rumah hantu' tersebut dibangun oleh warga sekitar agar dapat kompensasi atau uang santunan saat bangunannya akan digusur pemerintah untuk pembangunan waduk.
βSebagian rumah ada yang berukuran tak begitu besar, hanya pondasi kayu ditutupi dinding, kebanyakan terbuat dari bambu dan beratapkan genting.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat detikFinance menelusuri keberadaan rumah hantu tersebut, Jumat (26/6/2015), beberapa 'rumah hantu' sudah diratakan dengan tanah. Ada beberapa yang masih berdiri kokoh khususnya yang berlokasi kecamatan Jatigede, tak jauh dari dasar cekungan kawasan bendungan.
Bahkan ada beberapa di antaranya yang niat mengecat 'rumah hantu' tersebut, agar terlihat seperti asli. Namun, jangankan ditinggali, aliran listrik pun sama sekali tak ada di rumah tersebut. Semuanya berdiri di tengah-tengah semak belukar, benar-benar seperti rumah hantu.
Kepala Balai Besar wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung, Trisasongko Widianto mengatakan, ada sekitar 11.000 rumah hantu yang harus dibereskan oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
"Ada banyak rumah hantu juga di area genangan, disebutnya rumah hantu," tutur Dirjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Mudjiadi di lokasi.
(zul/hen)










































