Mengenakan kemeja putih dan celana jeans, Rini tampak santai dengan menumpang Kereta Api Agro Parahayangan yang bertolak dari Jakarta pukul 08.30 WIB.
Tujuan kepergian Rini ke kantor pusat BUMN pembuat senjata tersebut untuk melihat kesiapan Pindad untuk membuat excavator yaitu alat berat yang umum digunakan untuk keperluan pekerjaan proyek infrastruktur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama ini kinerja PT Pindad dinilai kurang maksimal. Hal ini disebebkan oleh sifat produksi PT Pindad yang sangat bergantung pada penugasan pemerintah. Sehingga, bila penugasan itu bisa berhenti secara otomatis. Padahal, investasi yang dikeluarkan perusahaan tidak sedikit untuk membeli mesin dan peralatan pembuat produk yang menjadi penugasannya.
Untuk itu menteri Rini bermaksud memberikan penugasan yang bersifat jangka panjang dan berkelanjutan bagi Pindad berupa pembuatan ekskavator, lalu mengawinkannya dengan BUMN-BUMN karya selaku konsumennya.
Sehingga bisa memberikan kontibusi bagi kedua belah pihak. Bagi PT Pindad, ada kepastian produknya diserap pasar, dan bagi BUMN Karya akan ada kebanggaan karena menggunakan perlatan yang diproduksi di dalam negeri.
"Aku mau jualan ekskavator dulu," kata Rini mengungkapkan maksud perjalannya di tengah perjalanan, Sabtu (27/6/2015).
(dna/rrd)











































