Setelah menunggu waktu yang cukup panjang, akhirnya Waduk Jatigede, Sumedang, Jawa Barat siap digenangi air pada 1 Agustus 2015. Waduk ini nantinya merupakan waduk kedua terbesar di Indonesia, setelah Jatiluhur.
Akan tetapi menjelang operasional tersebut, detikFinance, Minggu (28/6/2015) menangkap isu penolakan di media sosial. Salah satunya, infografis mengenai ancaman bahaya serta kerusakan sejarah dan budaya dari pembangunan waduk.
Infografis tersebut memaparkan sekilas gambar dari waduk yang sudah digenangi air. Tertulis kutipan dari Dosen Geologi Unpad, Emi Sukiyah yang menyebutkan infrastruktur sebesar waduk jatigede tidak seharusnya dibangun di sana, lempeng tektonik aktif dan episentrum gempa, membahayakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi hulu cimanuk gundul membuat debit air berkurang 40%. Ada pedangkalan waduk yang membuat sedimentasi 16 juta ton/tahun, erosi tanah serta dampak ke kawasan di sekitar waduk.
Di samping itu terkait dengan aspek kerusakan sejarah dan budaya yang ditimbulkan. Setidaknya 33 situs cagar budaya, ratusan rumah adat, 11.00 rumah warga, ribuan hewan ternak dan 31.000 sawah dan kebun subur akan tenggelam.
Berikut infografisnya:













































