Di samping itu, sekarang juga tengah dilakukan pemotongan 800.000 pohon, sekaligus pembersihan. Dengan tujuan tidak lagi ada pohon yang membusuk bila terkena air nantinya.
"Kalau kayu itu terkena air, begitu busuk kan menghasilkan gas methana. Itu menghasilkan efek gas rumah kaca. Makanya harus ditebang," ungkap Mudjiadi, Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kepada detikFinance, Minggu (28/6/2015)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pokoknya sebelum digenangi, masalah ini selesai," sebutnya.
Kemudian, satwa langka yang tadinya berada di dalam area waduk Jatigede sudah diselamatkan. Pengusiran satwa dilakukan oleh BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) dan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kab. Sumedang.
"Satwa itu sudah diusirkan, dihalau supaya keluar dari waduk. Itu sudah dilakukan," terang Mudjiadi.
Disamping itu, pemerintah juga menjalankan program reboisasi, khususnya di bagian hulu Cimanuk. Karena daerah tersebut sudah gundul dan sulit menyerap air dengan kapasitas besar.
"Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup sudah punya program reboisasi. Tapi kita pastikan untuk sedimentasi tidak akan 0. Ini sudah diperhitungkan volume dan periode berapa tahun," paparnya.
(mkl/ang)











































