Perabot Makan Batik Digemari Jepang Hingga Pakistan

Perabot Makan Batik Digemari Jepang Hingga Pakistan

Lani Pujiastuti - detikFinance
Minggu, 28 Jun 2015 15:52 WIB
Perabot Makan Batik Digemari Jepang Hingga Pakistan
Jakarta - Batik kini tidak melulu soal kain dan busana, tapi bisa menjadi corak unik di perabot makan pecah belah. Di acara Gelar Batik Nusantara (GBN) yang dihelat di Jakarta Convention Center (JCC), Briliant, produsen perabot makan bercorak batik ini turut memamerkan karyanya.

Lebih dari 350 perajin, pengusaha, dan kolektor kain tradisional berkumpul unjuk koleksi di pameran yang digelar pada 24-28 Juni 2015 ini.

"Kami buat perangkat pecah belah mulai dari piring, sendok, cangkir, gelas hingga teko bermotif batik," ujar Airin Setyono, Jakarta Branch Manajer Briliant kepada detikFinance di sela-sela GBN, Minggu (28/6/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan, produknya terbuat dari material keramik, glass ware, stainless hingga opal. Motif yang dicetak dengan teknik sablon ini cukup beragam.

"Motif batiknya ada motif pesisiran khas corak bunga, motif Yogya-Solo dengan corak parang, dan yang terbaru motif batik mega mendung khas Cirebon," paparnya.

Produk perabot makan tersebut dibanderol antara Rp 40.000 - 300.000. Harganya mulai dari Rp 40.000 untuk sebuah mug, lalu gelas dan cangkir setengah lusin Rp 100.000 -120.000.

"Harganya kami jual friendly (bersahabat). Kami yang pertama kali produksi perabot motif batik sejak 2008 dan pertama dipasarkan pun lewat pameran ini. Setelah berkembang ada yang mengikuti," ungkapnya.

Airin mengungkapkan, selama pameran produk-produk Briliant terjual dengan omzet Rp 8-15 juta sehari. Peminat produknya tidak hanya lokal, tapi juga mancanegara.

"Peminat dari luar banyak seperti Jepang, Rusia, Spanyol, sampai Pakistan. Pakistan itu sudah langganan 4 tahun. Mereka suka motifnya etnik, unik dan Indonesia banget," ujar Airin.

Harganya yang terjangkau membuat pasar produk pecah belah tersebut luas atau tidak tersegmentasi.

"Harganya friendly jadi nggak segmented. Pembeli suka beli untuk perabot makan saat jamuan atau hiasan koleksi di lemari pajangan mereka," tutup Airin.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads