Waduk Jatigede Banyak Manfaat, Kenapa Harus Ditolak?

Waduk Jatigede Banyak Manfaat, Kenapa Harus Ditolak?

Maikel Jefriando - detikFinance
Minggu, 28 Jun 2015 17:09 WIB
Waduk Jatigede Banyak Manfaat, Kenapa Harus Ditolak?
Jakarta - Tidak lama lagi atau tepatnya pada 1 Agustus 2015 waduk Jatigede, Sumedang, Jawa Barat akan digenangi air. Waduk tersebut merupakan terbesar kedua di Indonesia, setelah waduk Jatiluhur.

Dalam beberapa waktu terakhir masih ada saja penolakan, tapi pemerintah tidak ambil pusing. Sebab segala ketentuan untuk diselesaikannya proyek telah dipenuhi. Dari studi kelayakan hingga ganti rugi lahan ke warga setempat.

Waduk Jatigede akan melahirkan berbagai manfaat untuk warga. Paling utama, waduk ini akan menampung air untuk kemudian disalurkan ke persawahan seluas 90.000 hektar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Persawahan yang akan dialiri nantinya mencapai 90.000 ha," ungkap Mudjiadi, Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kepada detikFinance, Minggu (28/6/2015)

Waduk juga dapat menopang kebutuhan listrik, melalui Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang diperkirakan berkapasitas 110 MW. Kemudian adalah pengendalian banjir 14.000 ha, air baku 3.500 lt/dt dengan target layanan kabupaten Cirebon dan Indramayu.

"Waduk ini yang akan bisa mengendalikan banjir nantinya," sebutnya

Tahapan pengisian air dilakukan 5 tahap, yang pertama pada el. Β± 204 m, Β± 221 m, Β± 230 m, Β± 247 m dan Β± 260 m. Mudjiadi menyebutkan proses tersebut akan memakan waktu selama 219 hari.

"Setelah 219 hari atau 7 bulan baru penuh dan dampaknya baru akan didapatkan," tukasnya.

(mkl/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads