"Kalau mau didebatkan teknis ayo kita bicara teknis. Tapi bukan lalu bikin gerakan Save Jatigede. Seperti seolah pemerintah mau memusnahkan sesuatu sampai perlu diselamatkan. Nggak itu nggak benar," kata Basuki kepada detikFinance di ruang kerjanya di kantor PUPR, Senin (29/6/2015).
Ia membantah adanya anggapan bahwa Waduk Jatigede dibangun tanpa perencanaan matang dan hanya dipersiapkan dalam hitungan bulan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebuah infografis sempat beredar yang bernama #SaveJatigede, isinya mengenai dampak sosial dan budaya di sekitar area genangan Waduk Jatigede, Sumedang, Jawa Barat.
Basuki menegaskan pihaknya sudah mempertimbangkan aspek sosial dan masalah kependudukan, pembangunan fisik bendungan sempat direvisi alias diubah menjadi lebih pendek dari desain awal.
β"Bendungan ini dulu desainnya tinggi. Tapi karena menggenangi area yang sangat luas, makanya kemudian dipendekkan supaya area genangannya nggak terlalu luas. Tujuannya supaya nggak banyak yang harus dipindahkan. Memperhitungkan kondisi di sekitarnya, jadi banyak sekali perhitungannya," jelas Basuki.
Dalam infografis yang diperoleh detikFinance di media sosial kemarin, tertulis penggenangan area waduk akan mengakibatkan hilangnya hutan alam seluas 1.389 hektar yang mencakup 800.000 batang pohon.
Selain itu, ada pula potensi hilangnya 31.000 hektar Sawah dan Kebun subur, ribuan hewan ternak, 11.000 rumah, ratusan rumah adat hingga 33 Situs Cagar Budaya juga 45.000 jiwa kehilangan rumah.
Menurutnya, justru hal tersbut telah masuk perhitungan pembangunan, misalnya dengan adanya bendungan ini lahan persawahan akan lebih produktif.
"Meskipun lokasi nggak di situ (area genangan) tapi area sawah lain yang di bawah bendungan akan punya suplai air setahun penuh dan bisa panen hingga beberapa kali musim tanam.β Kalau yang sekarang kan hanya mengandalkan musim hujan dan hanya bisa panen sekali setahun," katanya.
Menyoal masalah keamanan dari ancaman bencana, menurut Basuki hal tersebut pun tidak perlu dikhawatirkan.β Ia beralasan seluruh proses pembangunan bendungan di tanah air, pembangunan bendungan dan waduk Jatigede pun diawasi ketat oleh para pakar yang tergabung dalam Komisi Keamanan Bendungan.
"Desainnya semua ahli sudah memperhitungkan," pungkasnya.
β
(dna/hen)











































