Akhir 2017, Semarang-Solo Sudah Bisa Pakai Tol

Akhir 2017, Semarang-Solo Sudah Bisa Pakai Tol

Dana Aditiasari - detikFinance
Senin, 29 Jun 2015 16:16 WIB
Akhir 2017, Semarang-Solo Sudah Bisa Pakai Tol
Jakarta - Keseluruhan seksi pada Jalan Tol Semarang-Solo ditargetkan dapat selesai dikonstruksi dan beroperasi pada akhir 2017. Total Jalan tol Semarang-Solo dengan panjang total 72,64 km.

"Diharapkan, keseluruhan seksi pada Jalan Tol Semarang-Solo dapat selesai dikonstruksi dan beroperasi pada akhir tahun 2017," kata Corporate Secretary PT Jasa Marga, David Wijayatno dalam keterangan tertulisnya, Senin (29/6/2015).

Ia mengatakan, untuk mencapai target tersebut, pihaknya akan menuntaskan sisa 3 seksi dari total 5 seksi yang belum terbangun. Saat ini seksi III atau Tol Semarang-Solo Ruas Bawen-Salatiga sepanjang 17,6 km sudah selesai tender konstruksi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selanjutnya akan segera melakukan pekerjaan konstruksi pada akhir Juni 2015. Proses tender konstruksi Ruas Bawen-Salatiga tersebut dibagi dalam 6 paket.

Saat ini progres pembebasan tanah Ruas Bawen-Salatiga hampir rampung dan telah mencapai 96,78%. Diharapkan pada akhir Juni ini, pekerjaan konstruksi dapat segera dimulai dan diharapkan pada lebaran 2016, ruas ini sudah selesai dikonstruksi dan dapat segera beroperasi.

Kontraktor adalah PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (Paket 3.1 Ruas Bawen-Polosiri), PT PP (Persero) Tbk. (Paket 3.2 Ruas Polosiri-Sidorejo), dan PT Nindya Karya (Persero) KSO dengan PT Jaya Konstruksi (Paket 3.3D Ruas Sidorejo-Tengaran).

Sedang sebagai konsultan untuk Paket 3.1 PT Eskapindo Matra dan PT Dessa Cipta Rekayasa (KSO), Paket 3.2 PT Yodya Karya (Persero) dan PT Mitrapacific Consulindo International (KSO), serta Paket 3.3D PT Perentjana Djaja.

Sedangkan untuk Paket 3.3B (Sidorejo-Tengaran) masih dalam proses lelang konstruksi oleh PT TMJ, dan Paket 3.3 A dan 3.3 C (Sidorejo-Tengaran), proses lelang konstruksi dan konsultan dilakukan langsung oleh Pemerintah.

Seksi III Ruas Bawen-Salatiga ini merupakan kelanjutan dari seksi sebelumnya yaitu Seksi I Ruas Semarang-Ungaran (11,3 km) yang telah dioperasikan sejak 17 November 2011, dan Seksi II Ruas Ungaran-Bawen (12 km) yang telah dioperasikan sejak 4 April 2014.

Selanjutnya, untuk Seksi IV Ruas Salatiga-Boyolali sepanjang 24,40 km saat ini sedang dalam tahap pembebasan lahan dengan progres sebesar 46,93%. Sedangkan Seksi V Ruas Boyolali-Kartasura sepanjang 7,64 km juga masih dalam tahap pembebasan lahan dengan progres sebesar 46,48%. Diharapkan, keseluruhan seksi pada Jalan Tol Semarang-Solo dapat selesai dikonstruksi dan beroperasi pada akhir 2017.

Jalan Tol Semarang-Solo sebagai bagian dari Jalan Tol Trans Jawa, memiliki arti strategis bagi pengembangan jaringan jalan khususnya di Jawa Tengah dan juga bagi perkembangan jaringan jalan dalam skala regional.

Jalan tol dengan nilai investasi sebesar Rp 7,30 Triliun ini diharapkan mampu memperlancar jalur ekonomi di daerah-daerah yang dilaluinya. Seperti dari Ungaran yang merupakan daerah industri utama di Jawa Tengah.

Saat ini, kendaraan-kendaraan besar dari daerah ini sering terhambat oleh kemacetan karena banyaknya kendaraan yang melintas di jalan provinsi antara Ungaran ke Semarang. Karena banyaknya kendaraan besar yang terhambat, mengakibatkan kemacetan di daerah ini jadi semakin parah.

Tol Semarang-Solo dengan panjang total 72,64 km yang dikelola oleh PT Trans Marga Jateng yang merupakan perusahaan patungan antara PT Jasa Marga (Persero) Tbk dengan PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (BUMD) dengan komposisi saham 60% dan 40%.

(hen/rrd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads