Alexi Tsipras, Perdana Menteri Yunani, berencana melakukan referendum untuk menentukan apakah warganya menerima syarat dari suntikan dana internasional.
"Bila warga Yunani ingin punya Perdana Menteri yang dipermalukan, banyak di luar sana. Tapi itu bukan saya," kata Tsipras dalam wawancara dengan stasiun televisi lokal, seperti dilansir dari Reuters, Selasa (30/6/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para pemimpin negara Eropa terkejut dengan langkah Tsipras yang berencana melakukan referendum pada hari Minggu kemarin. Sekarang hanya dalam hitungan jam, nasib kebangkrutan Yunani ditentukan. Krisis pasti akan terjadi di Eropa.
Antrean di ATM dan supermarket memunculkan ketakutan soal pasokan bensin dan obat-obatan akan terjadi bila krisis berlangsung.
Namun produsen obat menyatakan, mereka akan tetap mengirimkan pasokan obat-obatan ke Yunani dalam beberapa pekan ke depan, meski ada risiko tagihan mereka tidak dibayar.
Keadaan di Yunani membuat Uni Eropa berada di tengah ketidakpastian. Selain bank, bursa saham Athena ditutup.
"Saya tidak percaya. Tiap bangun di pagi hari, saya tetap berpikir kami akan baik-baik saja. Saya berusaha untuk tidak khawatir," jelas Evgenia Gekou, warga Athena berusia 50 tahun.
Setelah berbulan-bulan berbicara, Yunani dan partnernya di Eropa tidak membuahkan kesepakatan. Eropa menyalahkan Tsipras yang menolak syarat utang, sehingga Yunani krisis. Sementara di sisi Yunani, syarat pemangkasan uang pensiun dan kenaikan pajak malah akan membuat ekonomi makin krisis, dan pengangguran lebih banyak.Β
(dnl/dnl)











































