Tawaran dana bantuan dari Troika (IMF, Uni Eropa, dan Bank Sentral Eropa) ditolak, dengan alasan mau minta rakyat lakukan voting terlebih dahulu.
Akibatnya, Standard and Poor's (S&P) memangkas peringkat utang Yunani menjadi CCC- dengan level junk alias sampah. Lembaga pemeringkat internasional itu juga memprediksi ada 50% kemungkinan Yunani keluar dari Uni Eropa atau bahkan dikeluarkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Siapa yang rugi jika Yunani akhirnya keluar dari Uni Eropa? Imbasnya akan terasa hingga ke ekonomi negara-negara berkembang.
Namun yang paling dirugikan adalah rakyat Yunani sendiri. Jika Yunani sampai keluar dari Uni Eropa, maka uang yang digunakan tak lagi euro melainkan balik ke drachma. Nilai tukar drachma dipastikan akan sangat rendah dibandingkan euro dan dolar AS.
Ekonomi Yunani bakal hancur karena harus menambal utang senilai 340 miliar euro (Rp 5.000 triliun) sendirian. Pemegang utang Yunani tersebar di negara-negara Uni Eropa.
Selain itu nilai aset (properti, saham, dan lain-lain) akan anjlok, inflasi melambung, dan pengangguran di mana-mana, mirip seperti Indonesia saat krisis ekonomi (krismon) 1998 silam.
Dengan produk domestik bruto (PDB) US$ 242 miliar dan utang yang menggunung, jatuhnya Yunani diprediksi tidak akan sampai menyeret Uni Eropa masuk resesi.
(ang/dnl)











































