Siapa yang Rugi Kalau Yunani Bangkrut dan 'Ditendang' dari Uni Eropa?

Siapa yang Rugi Kalau Yunani Bangkrut dan 'Ditendang' dari Uni Eropa?

Angga Aliya - detikFinance
Selasa, 30 Jun 2015 11:20 WIB
Siapa yang Rugi Kalau Yunani Bangkrut dan Ditendang dari Uni Eropa?
Foto: Reuters
Athena - Krisis utang Yunani semakin panas. Hari ini Yunani harus bayar utang ke International Monetary Fund (IMF) 1,54 miliar euro (Rp 22 triliun) tapi tak punya uang.

Tawaran dana bantuan dari Troika (IMF, Uni Eropa, dan Bank Sentral Eropa) ditolak, dengan alasan mau minta rakyat lakukan voting terlebih dahulu.

Akibatnya, Standard and Poor's (S&P) memangkas peringkat utang Yunani menjadi CCC- dengan level junk alias sampah. Lembaga pemeringkat internasional itu juga memprediksi ada 50% kemungkinan Yunani keluar dari Uni Eropa atau bahkan dikeluarkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ancaman gagal bayar ini bisa berlanjut sampai enam bulan ke depan, kecuali ada perubahan situasi yang drastis," kata S&P seperti dikutip Reuters, Selasa (30/6/2015).

Siapa yang rugi jika Yunani akhirnya keluar dari Uni Eropa? Imbasnya akan terasa hingga ke ekonomi negara-negara berkembang.

Namun yang paling dirugikan adalah rakyat Yunani sendiri. Jika Yunani sampai keluar dari Uni Eropa, maka uang yang digunakan tak lagi euro melainkan balik ke drachma. Nilai tukar drachma dipastikan akan sangat rendah dibandingkan euro dan dolar AS.

Ekonomi Yunani bakal hancur karena harus menambal utang senilai 340 miliar euro (Rp 5.000 triliun) sendirian. Pemegang utang Yunani tersebar di negara-negara Uni Eropa.

Selain itu nilai aset (properti, saham, dan lain-lain) akan anjlok, inflasi melambung, dan pengangguran di mana-mana, mirip seperti Indonesia saat krisis ekonomi (krismon) 1998 silam.

Dengan produk domestik bruto (PDB) US$ 242 miliar dan utang yang menggunung, jatuhnya Yunani diprediksi tidak akan sampai menyeret Uni Eropa masuk resesi.

(ang/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads