Purnomo Minta BPH Migas Tunda Kenaikan Harga Gas Bumi
Senin, 21 Feb 2005 16:45 WIB
Jakarta -
Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro meminta BPH Migas menunda terlebih dahulu rencana kenaikan harga gas bumi untuk rumah tangga dan pelanggan kecil. BPH Migas diminta untuk melakukan kajian dengan benar terlebih dahulu. Demikian disampaikan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoto dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (21/2/2005).Purnomo mengharapkan gas bumi nantinya bisa mensubtisusi BBM. Harga gas yang kompetitif diharapkan bisa memicu karena untuk lebih banyak menggunakan gas. "Yang pemerintah inginkan, harga gas dapat mendorong pemakaian gas," tukas Purnomo.Mengenai terjadinya kelangkaan gas untuk industri kendati banyak lapangan gas, Purnomo menjelaskan hal itu disebabkan oleh on use yakni gas dari lapangan minyak digunakan untuk pembangkit gas internalnya sendiri. "Dan itu porsinya cukup besar. Dan dalam statistik pemakaian gas tersebut tidak masuk karena tidak dikomersilkan," ungkap Purnomo.Ia mencontohkan salah satu yang menerapkan gas bumi on use itu adalah PT Caltex Pacific Indonesia. "Karena tidak dikomersilkan, maka tidak dimasukkan dalam data," imbuhnya.Ditempat yang sama Kepala BPH Migas Tubagus Haryono mengatakan, skema kenaikan harga gas bumi dari PGN untuk rumah tangga dan pelanggan kecil baru diberikan Jumat pekan lalu. "Jadi masih belum dibahas," tukasnya.Haryono menjelaskan, perumusan kenaikan gas untuk rumah tangga dan pelanggan kecil tergantung pada indeks harga konsumen masing-masing daerah dari BPS. Dalam perumusannya, ada faktor-faktor yang dipertimbangkan yakni inflasi, tingkat suku bunga dan konsisi sosial ekonomi masyarakat setempat. Berkaitan dengan berita yang menyebutkan kenaikan gas bumi yang mencapai 17 persen, Haryono hanya menegaskan bahwa sejauh ini angkanya belum diputuskan.
(qom/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































