Perdana Menteri Yunani, Alexis Tsipras menutup bank untuk mencegah penarikan besar-besaran, dan membatasi penarikan dana lewat ATM.
Tsipras menolak utang lanjutan dari krediturnya di Eropa untuk menutup utangnya. Alasannya, dia tidak setuju dengan syarat penghematan anggaran yang diminta kreditur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari Reuters, Rabu (1/7/2015), IMF akan mengumumkan status gagal bayar utang (default) dari Yunani. Negara ini akan sejajar dengan Zimbabwe, Kuba, dan Somalia yang mengalami kondisi sama. Yunani merupakan negara maju pertama yang tidak bisa membayar utangnya.
Partai pendukung Tsipras, yaitu Syriza mengatakan, IMF dan kreditur utang Yunani di Eropa, bersekongkol untuk menjatuhkan demokrasi di Yunani. Karena menolak referendum yang akan dilakukan.
Jadi dorongan dari partai ini sepertinya yang membuat Tsipras harus melakukan regerendum. Sementara lawan politik Syriza menyatakan, bahwa Syriza selalu mendorong agar Yunani keluar dari zona negara Eropa pengguna mata uang euro (euro zone). Referendum baru akan dilakukan 5 Juli nanti.
Memang, status bangkrut ini akan membuat Uni Eropa 'menendang'β Yunani sebelum referendum dilakukan. Karena akan mengganggu stabilitas ekonomi dan mata uang euro. Bila ini terjadi, maka Yunani akan kembali menggunakan mata uang lamanya.
(dnl/dnl)











































