Pertamina: Subsidi BBM Membengkak Rp 14 Triliun
Senin, 21 Feb 2005 17:34 WIB
Jakarta - Pertamina telah memperhitungkan angka subsidi bahan bakar minyak (BBM) pada 2004 membengkak Rp 14 triliun sehingga beban subsidi BBM menjadi Rp 72,884 triliun. Semula, dianggarkan oleh pemerintah dalam APBN perubahan 2004, subsidi BBM hanya sekitar Rp 59 triliun.Perhitungan angka subsidi BBM itu diungkapkan Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina Widya Purnama, saat melakukan rapat dengan Komisi XI DPR di Gedung DPR MPR, Jakarta, Senin (21/2/2005).Dalam rapat tersebut Komisi XI DPR juga meminta kepada pemerintah untuk menyelesaikan neraca awal Pertamina sebelum menaikkan harga BBM. Selain itu juga Pertamina, harus segera menyelesaikan audit laporan keuangan yang belum selesai. Hasil audit itu nantinya akan dibawa dalam rapat dengar pendapat selanjutnya. Mengenai masalah Blok Cepu oleh Exxon, Pertamina diminta tidak lagi memperpanjang kontraknya dengan Exxon. Pertamina diminta oleh Komisi XI untuk mengelola sendiri blok Cepu tersebut.Menanggapi membengkaknya subsidi BBM tersebut anggota DPR, Drajad Wibowo menyatakan pembengkakkan subsidi BBM itu terlalu besar. Dengan demikian, harus dilakukan revisi kembali terhadap APBN-P 2004 yang sebelumnya telah disetujui oleh DPR.
(mar/)











































