TNI 'Turun Gunung', Luas Area Tanam Padi Tambah 400.000 Hektar

TNI 'Turun Gunung', Luas Area Tanam Padi Tambah 400.000 Hektar

Lani Pujiastuti - detikFinance
Rabu, 01 Jul 2015 14:09 WIB
TNI Turun Gunung, Luas Area Tanam Padi Tambah 400.000 Hektar
Jakarta - Jawa Timur menjadi provinsi yang paling banyak menyumbang tambahan area tanam selama periode Oktober-April (2014-2015) seluas 400.000 hektar.

Areal tanam padi pada periode tersebut bertambah dari 8,1 juta hektar menjadi 8,5 juta hektar dari total 9,2 juta hektar lahan baku sawah, salah satunya karena peranan TNI melalui Bintara Pembina Desa (Babinsa) sebagai penyuluh pertanian.

Bahkan BPS berdasarkan angka ramalan pertama 2015, luas area panen di tahun ini juga diperkirakan naik 3,71% menjadi 512.060 hektar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jawa Timur yang terbaik. Perluasan areal tanamnya mencapai 200.000 hektar atau penyumbang 70% dari total perluasan areal tanam nasional. Kemarin Dinas Pertanian dan Dandim-nya (TNI) diberi apresiasi dengan diberi PIN Emas," kata Direktur Perluasan dan Pengolahan Lahan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian Prasetyo Nuchsin kepada detikFinance, Selasa (30/6/2015)

Upaya Kementan mencapai swasembada khususnya padi, melibatkan peran TNI. Alasannya, menurut Prasetyo yaitu TNI punya komitmen untuk mendorong dan memotivasi petani.

"Supaya petani mau kerja efisien dan meningkat produksinya. Sebab kalau nggak dikejar, target bisa nggak tercapai," ujarnya.

Perluasan areal tanam ini bukan berasal dari lahan baru. Luas tambah tanam diperoleh dari kenaikan indeks pertanaman (IP) dan optimalisasi lahan yang sudah ada namun belum dimanfaatkan petani.

"Luas tanamnya nambah karena beberapa daerah mampu nambah dari 1 kali musim tanam, menjadi 2 kali musim tanam. Lalu, lahan yang semula diistirahatkan, kita dorong supaya dimanfaatkan," jelasnya.

Konsekuensi dari penambahan luas tanam, yaitu lahan tidak ada 'masa istirahat'nya. Menurut Prasetyo, hal tersebut bukan efek samping yang buruk.

"Lahan nggak masalah kok kalau ditanam 3 kali sepanjang tahun. Hanya perlu pergantian varietasnya untuk memotong siklus hama," tambahnya.

Ia menggambarkan, misalkan varietas padi Ciherang yang tidak tahan hama wereng cokelat, pada musim tanam berikutnya diganti dengan varietas INPARI.

"Idealnya memang di'puso'kan dulu, tapi tanam terus pun ngga masalah. Kita ingin tanam itu serentak, supaya memudahkan irigasinya bisa merata," paparnya.

Selain adanya peranan TNI, faktor kebijakan pemerintah juga berperan menambah areal tanam di 2015.

(hen/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads