Dalam blusukan kali ini Amran didampingi oleh Kepala BPTP Amirudin Pohan, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTT Anis Tay Ruban, Camat Amanuban Selatan Albert Nabuasa, dan Bupati Timor Tengah Selatan (TTS).
Rombongan tiba di lokasi pukul 09.00 WITA, yaitu di lokasi yang mengalami kekeringan paling ekstrem, yaitu Kabupaten TTS. Amran langsung turun ke sawah untuk menanam Jagung di lahan seluas 5 hektar yang mengalami kekeringan di Desa Oebelo Kecamatan Amanuban Selatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Satu sumur dangkal Rp 10 juta, buat semua rumah sumur dangkal. Semua uang tahun depan aku ganti. Kerjasama dengan TNI bantu buat sumur dangkal supaya sekarang bisa tanam jagung," ujar Mentan kepada Bupati, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan dan Dandim TNI Kab. Timor Tengah Selatan, Kamis (2/7/2015).
"Satu sumur berapa hari? Sehari bisa ya Pak Dandim? Pompa kecil bisa dibeli pakai DAK? Semua uang kalau kurang saya ganti. Pokoknya sumur besok harus jadi," papar Mentan.
Bantuan traktor dan pompa mestinya datang bersamaan dengan kunjungan ini tapi mesti tertunda karena penyeberangan dari Surabaya terkendala ombak. Baru bisa sampai Kabupaten TTS besok.
"Tambah handtractor 20 unit. Dana DAK Rp 11 miliar pakai semua untuk atasi kekeringan dan tanam jagung dulu," tambahnya.
"Alhamdulillah. Hari ini tanami jagung, besok mulai gali sumur. Kami tambah 55 unit alsintan bisa selesaikan masalah di 8 desa. Tahun lalu bantuan di sini Rp 13 miliar, kami janji tahun ini lebih tinggi sampai 2 kali lipat. Bantuan benih kami beri 3.000 hektar, sampai 6.000 hektar pun akan ditambah, 64.000 hektar total lahan tanam jagung," ujarnya.
Ia mengatakan, lokasi lain di Indonesia yang mengalami kekeringan antara lain Bojonegoro, Demak, Pati, Grobogan, Cirebon, Indramayu.
"Tahun lalu kami kehilangan, tahun ini kami balik jadi rebut kehilangan panen itu. Puso tahun lalu masih 28.000 hektar, kita targetkan tahun ini kurang dari 10.000 hektar," ujarnya.
Data BPS menunjukkan, ada sawah yang mengalami kekeringan hingga 200.000 hektar. Menurut Amran, dari sawah kekeringan tersebut sebagian masih bisa panen meski jumlahnya tidak banyak.
"Masih ada yang pannen, saat ini padi di banyak wilayah sudah berbuah, tinggal ketersediaan airnya dijaga," ujarnya.
(ang/dnl)










































