Pertamina Ancam Potong Alokasi BBM PLN
Senin, 21 Feb 2005 18:50 WIB
Jakarta - Pertamina meminta PLN melunasi utangnya sebesar Rp 2 triliun. Jika PLN tidak melunasinya pada bulan ini, Pertamina mengancam akan memotong alokasi BBM untuk PLN.Hal itu diungkapkan, Wakil Direktur Pertamina Mustiko Saleh saat melakukan rapat dengan Komisi XI DPR di Gedung DPR MPR, Jakarta, Senin (21/2/2005). Sementara itu, Direktur Keuangan Pertamina, Alfred Rohimone menyatakan, pemerintah juga masih mempunyai utang selama tahun 2004 sebesar Rp 9,3 triliun. Sebelumnya, pada tahun 2003 utang pemerintah sebesar Rp 21 triliun.Selain pemerintah, TNI juga masih sekitar Rp 900 miliar kepada Pertamina. Alfred ketika dikonfirmasi mengenai utang TNI kepada Pertamina meminta agar masalah utang TNI tersebut tidak terlalu dibesar-besarkan. "Jangan lah dibesar-besarkan. Kalau TNI-nya marah bagaimana, lalu kalau pesawatnya tidak bisa terbang bagaimana," katanya setengah bergurau saat ditanya usai rapat dengan Komisi XI.Alfred menyatakan, utang TNI tersebut termasuk ke dalam utang pemerintah terhadap Pertamina. "TNI kan bagian dari pemerintah juga. Kita hanya mengungkapkan data saja, mengenai utang tersebut" katanya.Selain pemerintah, TNI dan PLN, Pertamina juga mempunyai piutang terhadap PPD.
(mar/)











































