Gara-gara Kekeringan, 25.000 Hektar Sawah Bisa Gagal Panen

Gara-gara Kekeringan, 25.000 Hektar Sawah Bisa Gagal Panen

Dana Aditiasari - detikFinance
Jumat, 03 Jul 2015 17:52 WIB
Gara-gara Kekeringan, 25.000 Hektar Sawah Bisa Gagal Panen
Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) tengah bersiap menghadapi bencana gelombang panas atau el nino yang bisa menyebabkan kemarau berkepanjangan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan setidaknya akan ada 200.000 hektar lahan pertanian akan mengalami kekeringan akibat bencana ini.

"Ada sekitar 200.000 lahan pertanian berpotensi endemik (pasti) mengalami kekeringan seperti di Demak, Pati, Grobokan di Jawa Tengah. Bojonegoro di Jawa Timur dan Indramayu dan Cirebon di Jawa Barat," papar Amran dalam paparan media di Kantor Kementan, Jakarta, Jumat (3/7/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan, dampak el nino ini akan menyebabkan puso alias gagal panen di 25.000 hektar lahan pertanian bila pemerintah sama sekali tidak melakukan antisipasi.

"El nino itu akan menyebabkan kekeringan 200.000 ketar lahan sawah. Selain itu juga ada potensi puso 25.000 hektar sawah kalau kita nggak melakukan apa-apa," ujar dia.

Menghadapi hal tersebut, pihaknya sudah langsung bergerak aktif agar hal tersebut tidak berdampak parah. Pasalnya, saat ini sebagian besar lahan pertanian di Indonesia masih mengandalkan musim penghujan untuk memulai musim tanam.

"Sekarang kan kita lakukan gerakan dengan persiapan pompa 20.000 untuk se-Indonesia, sebelumnya kami kirim alsintan 38.000 unit se-Indonesia," pungkasnya.‎

(dna/ang)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads