Mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian era Presiden SBY ini menawarkan gagasan untuk sebuah persaingan yang konstruktif.
"Untuk bisa bersaing dengan minimarket, harus bersatu," kata pengusaha yang akrab disapa CT dalam dialog interaktif pra muktamar ke-33 NU 'Membangun Kemandirian Ekonomi Rakyat' di Masjid Al-Akbar, Surabaya, Jawa Timur, Jumat malam (3/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Satu itu diperbaiki dari 10 warung, dibuat untuk bisa bersaing dengan minimarket. Sistem, logistik, barang-barang kita bantu. Pemerintah daerah bantu merenovasi tokonya," kata mantan Ketua Komite Ekonomi Nasional ini.
Bahkan CT membocorkan bahwa perusahaannya telah menyiapkan software serta barang-barangnya yang disiapkan untuk membantu toko-toko kecil yang telah bersatu.
"Nanti mekanismenya kita atur dengan pemerintah daerah," kata pemilik Carrefour ini.
Menurut CT, bila sudah bisa bersatu maka dampaknya akan menjadi lebih baik. Kemudian untuk usaha toko yang kedua juga harus dilakukan dengan cara yang sama hingga bisa berdiri 10 toko yang siap bersaing dengan minimarket.
"Nah, akibatnya satu ini akan maju. Setelah maju, dia juga harus membantu mengembalikan dana pemerintah daerah yang telah membantu untuk membangun toko kedua, yang dipilih lagi dari 10 orang itu," katanya.
CT yakin dengan upaya yang digagas itu dalam waktu tidak lama maka usaha yang dimiliki warga itu akan bangkit dan bisa memenangkan sebuah kompetisi.
"Sehingga dalam kurun waktu tertentu di kelurahan 10 warung kecil itu akan menjadi 10 minimarket yang sukses," kata CT di hadapan 2000 orang.
CT menyatakan akan membicarakan secara konkret mengenai gagasan yang telah ditawarkan ini. "Kita bicarakan setelah muktamar, Gus Ipul (Wagub Saifullah Yusuf) dan timnya akan mendalami ini lagi gimana baiknya. Tapi software dan sistem komputerisasi sudah kita siapkan, tidak kalah canggihnya dengan minimarket," katanya.
Bagi CT, gagasan yang ditawarkan untuk menghadapi persaingan tersebut merupakan salah satu cara untuk mendorong kebangkitan perekonomian masyarakat.
"Ini salah satu dari metodologi kita bagaimana memberdayakan umat kita tidak tertinggal dari saudara-saudaranya umat yang lain," pungkas CT.
Dialog interaktif juga dihadiri Ketua PWNU Jatim KH Mutawaqil Allalah, Rois Aam PWNU, Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf serta ulama lainnya.
(gik/hen)











































