Pedagang Pasar Bingung, Lebaran Makin Dekat Penjualan Sepi

Pedagang Pasar Bingung, Lebaran Makin Dekat Penjualan Sepi

Lani Pujiastuti - detikFinance
Senin, 06 Jul 2015 12:16 WIB
Pedagang Pasar Bingung, Lebaran Makin Dekat Penjualan Sepi
Jakarta - Harapan para pedagang pasar untuk meraup untung di masa Puasa dan Lebaran tahun ini tak seindah yang mereka bayangkan. Kenyataannya, sudah memasuki sepekan lebih jelang Lebaran, justru penjualan mereka tak sesuai harapan.

Berdasarkan penelusuran detikFinance di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, beberapa pedagang kebutuhan pokok kompak ramai-ramai mengeluh soal omzet yang ajlok sampai 50%. Mereka menganggap hal ini sebuah anomali atau di luar dari kebiasaan.

"Lihat saja, pengunjung sepi. Pedagangnya sampe ngantuk," keluh Pon seorang pedagang ayam di Pasar Minggu, kepada detikFinance, Senin (6/7/2015)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pon mengaku bingung apa yang membuat penjualannya di Puasa saat ini lesu. Dibandingkan tahun lalu, penjualan saat Lebaran tahun ini sangat tak sebanding.

"Jauh lebih mending puasa kemarin, sehari kalau pasar ramai bisa jual 30-40 ekor per hari, sekarang 15 ekor aja susah," keluh Pon.

Sementara itu, Ningsih seorang pedagang sayur juga mengeluhkan hal yang sama. Ia mengaku penjualan sayur turun drastis rata-rata menukik tajam hingga 50% dibandingkan tahun lalu.

"Menjelang 10 hari terakhir biasanya pasar ramai, banyak pengunjung. Dibanding tahun lalu omzet turun bisa setengahnya. Jam segini belum balik modal, cuma bisa muter buat belanja lagi," keluh Ningsih.

Ningsih hanya bisa menduga-duga soal kelesuan penjualan sayur mayurnya. Namun yang jelas faktanya dirinya dan rekan-rekannya sesama pedagang mengalami hal yang sama.

"Nggak tahu pengaruh anak sekolah atau ekonomi lagi gimana. Biasanya kan kurang 15 hari pasar sudah ramai," ungkapnya.

Sementara itu pedagang lainnya bernama Samlawi, yang menjual daging ayam mengatakan hal yang sama. Ia mengungkapkan penjualan daging ayam saat jelang Lebaran tahun ini jauh lebih buruk dari kondisi tahun lalu.

"Hari ini bawa 45 ekor, jam segini baru kejual 15 ekor. Biasanya bisa habis saya bawa 40-50 ekor. Tahun lalu masih bisa habis 50-80 ekor," kata Samlawi.

Kondisi pasar yang sepi, dibarengi dengan kenaikan harga daging ayam yang mencapai hingga 30%. Saat ini harga daging ayam sudah naik dari Rp 26.000/ekor, menjadi Rp 32.000/ekor dalam hitungan sepekan.

"Pasar sepi, ditambah musim anak masuk sekolah, kan jadi makin sepi," katanya.

(hen/rrd)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads