Nilai belanja pemerintah untuk tahun depan direncanakan nyaris Rp 2.200 triliun. Sedangkan pendapatan negara Rp Rp 1.900 triliun. Jadi ada defisit sekitar Rp 300 triliun.
"Belanja hampir Rp 2.200 triliun, pendapatan Rp 1.900 triliun. Defisitnya seputar 1,9-2%," kata Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, saat meninggalkan Kantor Presiden, Jakarta, Senin (6/7/2015)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Prioritas ada tiga, infrastruktur lebih dari Rp 290 triliun. Kemudian ada energi dan pertanian pangan, tiga itu," ujarnya.
Sedangkan untuk Penyertaan Modal Negara (PMN) dimungkinkan akan lebih kecil dari APBN Perubahan 2015. Menurutnya ini karena disesuaikan dengan kebutuhan.
"PMN lebih kecil karena sesuai prioritas saja," tukas Bambang.
(mkl/dnl)











































