Nilai APBN Pemerintah Jokowi di 2016 Nyaris Rp 2.200 Triliun

Nilai APBN Pemerintah Jokowi di 2016 Nyaris Rp 2.200 Triliun

Maikel Jefriando - detikFinance
Senin, 06 Jul 2015 14:40 WIB
Nilai APBN Pemerintah Jokowi di 2016 Nyaris Rp 2.200 Triliun
Jakarta - Pemerintahan di bawah Presiden Joko Widodo (Jokowi) tengah merampungkan nota keuangan soal Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2016, sebelum disampaikan ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada 16 Agustus mendatang.

Nilai belanja pemerintah untuk tahun depan direncanakan nyaris Rp 2.200 triliun. Sedangkan pendapatan negara Rp Rp 1.900 triliun. Jadi ada defisit sekitar Rp 300 triliun.

"Belanja hampir Rp 2.200 triliun, pendapatan Rp 1.900 triliun. Defisitnya seputar 1,9-2%," kata Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, saat meninggalkan Kantor Presi‎den, Jakarta, Senin (6/7/2015)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kebutuhan belanja terbesar masih akan ditujukan untuk pembangunan infrastruktur. Bambang menyampaikan, anggaran infrastruktur tahun depan akan lebih besar dari sekarang, atau mencapai Rp 290 triliun.

"Prioritas ada tiga, infrastruktur lebih dari Rp 290 triliun. Kemudian ad‎a energi dan pertanian pangan, tiga itu," ujarnya.

Sedangkan untuk Penyertaan Modal Negara (PMN) dimungkinkan akan lebih kecil dari APBN Perubahan 2015. Menurutnya ini karena disesuaikan dengan kebutuhan.

"PMN lebih kecil karena sesuai prioritas saja," tukas Bambang.

(mkl/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads