Untungnya, pada waktu itu kreditur Yunani yang disebut Troika yaitu Uni Eropa, International Monetary Fund (IMF), dan Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB), memberikan dana talangan baru untuk membayar utang-utangnya.
Untungnya pada saat itu Yunani dipimpin oleh Perdana Menteri Lucas Papademos yang berada di garis kanan, sehingga menurut saja terhadap keinginan dan syarat para kreditur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Total utang Yunani saat ini sudah mencapai US$ 360 miliar atau sekitar Rp 4.680 triliun (kurs Rp 13.000). Troika kembali memberikan opsi bantuan berupa utang baru dengan bunga lebih rendah dan jangka waktu lebih panjang.
Nah, pemerintahan Yunani sekarang dipimpin oleh perdana menteri sayap kiri, Alexis Tsipras. Tsipras terpilih karena visinya untuk melepaskan Yunani dari jeratan utang dan dana bantuan Troika.
Langkah selanjutnya yang dilakukan Tsipras adalah menolak bantuan bersyarat Troika dan menyerahkan pilihan kepada rakyat, apakah mau menerima syarat Troika, yaitu penghematan anggaran dan naiknya pajak.
Voting sudah dilakukan pada 5 Juli 2015, hasilnya bisa ditebak, mayoritas rakyat Yunani menolak syarat yang diajukan Troika. Mereka ingin dana bantuan US$ 7,2 miliar (Rp 108 triliun) tetap dikucurkan, tapi dengan syarat yang lebih ringan.
Hasil voting ini membuat para petinggi Uni Eropa bingung. Sebab, belum ada yang bisa menentukan langkah apa yang harus diambil terhadap Yunani.
Ada tiga skenario yang diprediksi bisa terjadi setelah Yunani menolak syarat dana bantuan tersebut. Pertama, Yunani berhasil memaksa Troika mengucurkan dana bantuan dengan syarat yang lebih ringan.
Kedua, Yunani keluar dari Uni Eropa (Grexit) setelah negosiasi dengan Troika gagal. Sementara yang ketiga, perbankan Yunani kolaps dan akhirnya diselamatkan oleh dana cadangan Uni Eropa.
"Sepertinya akan ada reaksi yang cukup agresif dari Uni Eropa setelah mayoritas rakyat Yunani menolak syarat dana bantuan," kata Kepala Analis IG, Chris Weston, seperti dikutip CNBC, Senin (6/7/2015).
Kanselir Jerman. Angela Merkel akan menemui Presiden Prancis, Francois Hollande serta para pemimpin bank sentral di Eropa Senin malam ini. Mereka akan membahas krisis yang terjadi pada Yunani.
Bila Yunani tidak mendapatkan utang baru dari Eropa, negara ini tidak bisa membayar uang pensiun dan gaji PNS. Negara ini tidak akan bisa mencari utang dari pasar uang internasional, karena bunganya pasti akan tinggi.
Sampai saat ini perbankan Yunani masih tutup dan stok uang tunai sudah mulai menipis akibat ditarik oleh banyak warganya sejak sepekan lalu.
(ang/dnl)











































