Ada Rumah di Tengah Jalur Proyek Tol Depok-Antasari, Ini Buktinya

Ada Rumah di Tengah Jalur Proyek Tol Depok-Antasari, Ini Buktinya

Dana Aditiasari - detikFinance
Senin, 06 Jul 2015 15:52 WIB
Ada Rumah di Tengah Jalur Proyek Tol Depok-Antasari, Ini Buktinya
Jakarta - Proses konstruksi β€ŽJalan Tol Depok-Antasari (Desari) masih terus dikerjakan agar bisa tuntas Juli 2016. Seksi I Tol Desari sepanjang 12 Km, melintasi kawasan Jakarta Selatan khususnya di Cilandak yang membelah pemukiman padat.

Manajer Proyek Jalan Tol Desari Dionisius Widijantoβ€Ž mengungkapkan masih ada ganjalan berupa tanah warga yang belum mau dibebaskan. Hal ini membuat proses pekerjaan konstruksi fisik belum bisa benar-benar 'ngebut'.

Di lapangan, kini masih terlihat banyak bangunan yang belum bisa dibongkar karena lahan belum dibebaskan. Misalnya di Jalan Raya Margasatwa yang terhubung dengan Jalan Bango Cilandak Jakarta Selatan, terlihat beberapa hunian dan kios atau toko yang berada di tengah-tengah rencana perlintasan tol, sementara itu beberapa bangunan sebelahnya sudah rata dengan tanah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kendalanya masih tanah. Terlebih tanah yang belum bebas itu lokasinya vital," ujar Widijanto ditemui detikFinance di lokasi proyek, Jakarta, Senin (6/7/2015).

Ia mengatakan saat ini proses pembebasan lahan sudah diambil alih oleh pemerintah pusat dengan menerapkan Undang-undang Nomor 2 tahun 2012 tentang pengadaan lahan untuk kepentingan umum termasuk jalan tol.

Dalam undang-undang ini diatur bahwa proses penyelesaian lahan dapat dikonsinyasikan alias dititipkan uang pembebasan lahannya ke pengadilan sesuai dengan besaran nilai yang diperoleh dari penilaian oleh tim penilai. Hal ini dilakukan bila si pemilik tanah belum juga bersedia dibebaskan sampai batas waktu tertentu.

Setelah uang dititip ke pengadilan maka hak atas tanah akan sepenuhnya dimiliki negara dan pekerjaan proyek infrastruktur dapat dilanjutkan dengan segera.

Untuk dapat melaksanakan hal tersebut, saat ini masih menunggu pembentukan tim yang dikomandoi oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN). Ia berharap, tim tersebut bisa segera terbentuk bisa selesai pembebasan tanahnya sebelum akhir 2015.

Ia optimistis pekerjaan fisik konstruksi jalan tol Fesari seksi I dapat selesai pada Juli 2016. "Seksi 1 yang 12 km kami optimistis Juli 2016 selesai. Tapi syaratnya ya tadi tanah-tanah yang vital itu harus dibebaskan sebelum akhir 2015," katanya.

Pekerjaan fisik jalan tol sepanjang 22 km ini difokuskan pada seksi I sepanjang 12 Km dari Antasari (Jakarta)-Sawangan (Depok). Pekerjaan konstruksi fisik jalan tol sudah dilakukan, karena pembebasan lahan sudah di atas 75%. Khusus seksi IA yaitu dari Antasari-Krukut progres pembebasan lahannya sudah signifikan.

"Dari 12 Km itu kan ada dua paket pekerjaan yaitu 5,8 km untuk seksi IA dan 6,2 km untuk IB. Seksi IA sudah hampir 90%. Jadi pembangunan sudah bisa dilakukan," ujarnya.

Proyek tol Antasari-Depok memiliki nilai total investasi Rp 4,767 triliun. Pembangunannya dibagi dalam dua seksi. Pembangunan seksi I yaitu ruas Antasari-Sawangan sepanjang 12 Km, mencakup seksi IA sepanjang 6,85 Km (Antasari-Krukut), seksi I B sepanjang 6,3 Km (Krukut-Sawangan).

Kemudian Seksi II, ruas Sawangan-Bojonggede sepanjang 9,5 Km. Rencananya pembangunan fisiknya direncanakan pada awal 2023 dan diharapkan mulai beroperasi pada 2024.

Untuk seksi I, wilayah kelurahan yang akan dilewati antara lain Cilandak Timur, Cilandak Barat, Pondok Labu, Ciganjur dan Cipedak di wilayah administratif Jakarta Selatan. Serta kelurahan Pangkalan Jati Baru, Gandul, Krukut, Grogol dan Rangkap Jaya di wilayah Kota Depok.

Untuk seksi II, setelah dari Sawangan, jalur tol akan mengarah ke kawasan Bojong Gede, Bogor melewati kelurahan Rangkap Jaya Baru, Cipayung dan Cipayung Jaya di Kota Depok, serta Kelurahan Pabuaran dan Susukan di wilayah Kabupaten Bogor.

(dna/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads