APBN Jokowi di 2016 Nyaris Rp 2.200 T, Uangnya Dari Mana?

APBN Jokowi di 2016 Nyaris Rp 2.200 T, Uangnya Dari Mana?

Maikel Jefriando - detikFinance
Senin, 06 Jul 2015 16:23 WIB
APBN Jokowi di 2016 Nyaris Rp 2.200 T, Uangnya Dari Mana?
Jakarta - Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dirancang pemerintah pimpinan Joko Widodo (Jokowi) untuk tahun depan, diperkirakan hampir Rp 2.200 triliun. Dari mana pendanaan anggaran ini?

Menko Perekonomian Sofyan Djalil menuturkan, porsi penerimaan terbesar memang tetap mengandalkan pajak. Kemudian adalah dari penarikan utang luar negeri, karena ada defisit anggaran sekitar 2%. Seperti diketahui, penerimaan negara ditargetkan Rp 1.900 triliun, jadi ada selisih sekitar Rp 300 triliun dari anggaran belanja.

"Penerimaan tentu yang dalam negeri harapan tetap pada pajak, penerimaan luar negeri dari pinjaman dan pengeluaran Surat Utang Negara (SUN)," ungkap Sofyan di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (6/7/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sofyan mengakui, untuk realisasi tahun ini saja, setoran pajak tidak akan mencapai target. Hanya 92% dari target yang sebesar Rp 1.295 triliun. Namun, ada beberapa kebijakan strategis yang akan disiapkan menggenjot setoran pajak di tahun depan.

"Akan ada effort (usaha) khusus tentu untuk tahun depan yang masih perlu dibicarakan dengan DPR dan lain-lain," kata Sofyan.

Mantan Menteri BUMN tersebut masih enggan mengungkapkan kebijakan apa yang dimaksud. Ia menilai, kebijakan tersebut cocok dengan kondisi ekonomi yang tengah melambat seperti sekarang.

Apa itu kebijakan tax amnesty (pengampunan pajak)?

"Saya nggak menyimpulkan, tapi akan ada effort khusus. Mudah-mudahan target pajak lebih tinggi bisa dicapai. Kondisi ekonomi kita melambat, penerimaan pajak konvensional tidak akan tumbuh besar, tapi dengan ekstensiikasi kita harapkan akan ada effort khusus," pungkasnya.

(mkl/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads