"Kita genjot di daerah baru setelah ada PNM dari pemerintah. Target nambah 600 ULaMM (Unit Layanan Modal Mikro) baru dari PNM 1,5 triliun," kata Sekretaris Perusahaan PT PNM Gung Panggodo ditemui di Gedung Arthaloka, Jakarta Selatan, Senin (6/7/2015).
Perusahaannya, lanjut Panggodo, mengaharapkan suntikan dari APBN bisa terealisasi sebelum akhir tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Panggodo menuturkan, tahun ini pihaknya sudah menyalurkan kredit Rp 1,27 triliun dari target sebesar Rp 3 triliun pada tahun ini.
"Sekarang sampai Rp 1,27 triliun sampai semester I tahun ini. Harusnya Rp 1,5 triliun per semester. Masih sekitar Rp 200 miliar lagi lah kurangnya. Kita genjot di semester II," jelasnya.
Panggodo menuturkan, selain penyertaan modal dari APBN, perseroan juga menambah pendanaan dari pasar modal dan perbankan. "Tahun ini target pendanaan kita selain dari pemerintah juga dari obligasi 60 persen, sisanya 40 persen (pinjaman) bank,"ungkap Panggodo.
Sementara itu, menurut Panggodo, meski seluruh nasabahnya merupakan nasabah kecil, pihaknya masih bisa menjaga rasio kredit macet atau NPL sebesar 3 persen saja.
"Kita masih sesuai di level kita terget NPL yaitu 3 persen, tahun lalu 2,8 persen. Untuk ukuran UMKM masih bagus. Bank-bank lain saja sampai 5. Malah ada yang dua digit," tambahnya.
(rrd/hen)











































