Satgas Illegal Fishing Kesulitan Lacak Pemilik Kapal Asing Pencuri Ikan

Satgas Illegal Fishing Kesulitan Lacak Pemilik Kapal Asing Pencuri Ikan

Zulfi Suhendra - detikFinance
Senin, 06 Jul 2015 21:06 WIB
Satgas Illegal Fishing Kesulitan Lacak Pemilik Kapal Asing Pencuri Ikan
Jakarta - Satuan Tugas (Satgas) Anti Illegal Fishing mengaku kesulitan mengetahui para pemilik kapal pelaku pencurian ikan. Kebanyakan, para pemilik kapak eks asing merupakan orang asing yang sulit dilacak identitasnya.

Wakil Ketua Tim Satgas Anti Mafia Illegal Fishing Yunus Husein mengatakan β€Žkapal-kapal asing tersebut dimiliki oleh pihak asing, dengan memakai modus dua bendera. Hal tersebut banyak terungkap saat kapal-kapal tersebut terjerat kasus illegal fishing di Indonesia, pemiliknya minta kapal tersebut dikembalikan ke negara asalnya.

"Banyak yang minta kembali ke asalnya. Ada yang ke Filipina, ke China, itu double flagging. Kalau mereka merah putih, ya sudah di sini saja," tutur Yunus ditemui di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jalan M Ridwan Rais, Jakarta, Senin (6/7/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yunus mengatakan, meski begitu, tak mudah untuk melacak keberadaan petinggi perusahaan-perusahaan yang kapalnya melakukan illegal fishing di Indonesia. Salah satu contoh kasusnya adalah PT Sino Indonesia Shinluda Fishing yang 10 kapalnya dikenakan sanksi terkait illegal fishing. Namun, satgas mengaku kesulitan menjerat petinggi termasuk direktur utama dari perusahana tersebut.

"Orang Indonesia itu cuma jadi broker. Dirutnya itu orang sana nggak pernah bisa dipanggil. Itu salah satu bukti double flagging. Jadi bisa ngambil sana (luar), ngambil sini (Indonesia)," tuturnya.

Dalam kasus yang melibatkan PT Sino, telah ada putusan administrasi dari pengadilan berupa denda Rp 1 miliar/kapal dan kurungan 2 tahun penjara. Hukuman tersebut dijatuhkan untuk direksi Sino. Satgas bakal berupaya untuk melakukan penyelidikan secara korporasi perusahaan tersebut.

"Secara korporasi nanti ketahuan jelas sekali status dari Sino," tutur Ketua Tim Satgas Anti Illegal Fishing, Mas Ahmad Santosa.

(zul/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads