Menurutnya, dalam negara tidak bisa hidup dengan lebih besarnya pasak daripada tiang. Apalagi ketika negara menjadi tidak produktif, dan kemampuan untuk membayar utang menjadi sangat rendah.
"Prinsipnya kan kita nggak bisa hidup di luar kemampuan kita," ungkapnya di Istana Merdeka, Jakarta, Senin malam (6/7/2015)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yunani kan yang terjadi begitu, sampai gaji pun mereka dari utang. Bansos (bantuan sosial) juga utang. Itu bahaya sekali. Sampai kemudian besar pasak dari tiang. Itu pembelajaran buat kita," jelas Sofyan.
Bahkan sampai ketika diminta International Monetary Fund (IMF) untuk memotong anggaran tersebut dengan jaminan untuk diberikan pinjaman tambahan, pemerintah Yunani pun enggan. Termasuk masyarakatnya yang menolak lewat referendum.
"Mereka nggak mau memotong subsidi, pensiunm dan lainnya. Yunani nggak mau, karena dianggap sebagai pemerasan," paparnya.
(mkl/dnl)











































