"Yunani masalah lama, bukan kemarin. Daya gempur atau shock tidak besar. Kita perlu waspada, tapi nggak perlu khawatir," kata Deputy Country Director ADB, Edimon Ginting, saat jumpa pers, di Kantor Perwakilan ADB, Jakarta, Selasa (7/7/2015).
Edimon menilai, Indonesia sudah berpengalaman menghadapi dan menangani krisis ekonomi. Saat krisis ekonomi global pada 2008, pemerintah Indonesia berhasil lolos dari perangkap krisis. Apalagi ekonomi Indonesia terbilang masih tumbuh relatif tinggi di angka 5%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Edimon memproteksi 1 sampai 2 bulan ke depan ada dampak kecil terhadap ekonomi Indonesia meski tidak besar. "Jadi 1 sampai 2 bulan dampaknya masih ada," tuturnya.
Di tempat yang sama, Country Director ADB Steven R. Tabor menyebut, ekonomi Indonesia dinilai masih aman. Dengan pertumbuhan ekonomi 5%, perekonomian Indonesia bisa ditopong oleh konsumsi. Konsumsi masyarakat diproyeksi tetap tumbuh, sehingga mampu menjaga perekonomian.
"Kalau ekonomi Indonesia tumbuh 5%, konsumsi naik 7-8%. Jadi nggak masuk akal bila disebut konsumsi turun. ADB optimistis terhadap ekonomi di Indonesia," ujarnya.
(feb/dnl)











































