Khofifah menuturkan dana ini tersebar pada 12 Kementerian Lembaga (KL). Terbesar ada di Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah dengan program Kartu Indonesia Pintar (KIP).
"Bansos itu kan tersebar di 12 kementeerian lembaga, tertinggi di Kemdikbud karena mekanisme bansos lewat KIP, kemudian Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, Kementerian Pertanian juga ada Rp 13 triliunan, total ada Rp 124 triliun," jelansya di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (7/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masih 20- 22%," imbuhnya.
Kendala penyerapan, kata Khofifah adalah pada validasi data. Beberapa kementerian lembaga menunda penyerapan karena membutuhkan data yang lebih akurat. Agar dana yang ditujukan lebih tepat sasaran.
"Kalau ketepatan kita kembali ke validasi data, nanti Selasa depan, Mendagri akan undang Gubernur yang punya prgram penguatan bansos akan diundang, kemungkinan akan dilakukan di Kemsos, itu adalah sinergi," paparnya.
(mkl/rrd)










































