Menko Perekonomian Sofyan Djalil menyebutkan, bahwa bansos yang ada sekarang masih kurang efektif. Karena idealnya bansos bisa mendorong masyarakat untuk menjadi produktif.
"Dana macam-macam itu tersebar di kementerian itu mencapai Rp 26 triliun. Itu nanti diperiksa Menteri Keuangan, dialihkan menjadi bantuan apa namanya subsidi bunga," ungkapnya di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (7/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau dengan Rp 26 triliun kita sediakan untuk subsidi bunga, itu total KUR bisa kita alokasikan sampai Rp 400 triliun dengan bunga 12%," imbuhnya.
Tapi ini tidak berlaku untuk dana yang dialokasikan untuk 'Kartu Sakti' yakni Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Dana tersebut tetap pada pagu yang ada sekarang.
"Jadi bansos prinsipnya cuma dua, bagi masyarakat yang tidak punya kemampuan, kita bantu langsung lewat kartu. Tapi masyarakat yang bisa kita bantu lewat mekanisme usaha, wiraswasta jadi orang-orang entrepreneur, dibantu lewat kredit perbankan, melalui KUR," terang Sofyan.
(mkl/rrd)










































