Gobel dan rombongan tiba sekitar pukul 09.08 WIB, Rabu (8/7/2015). Gobel datang ke Sukabumi dalam rangka penjualan perdana perdagangan antar pulau dari sentra cabai.
Ia kaget ketika dicurhati petani adanya keterkaitan preman di sejumlah pasar yang ikut andil mengendalikan stok dan harga komoditas cabai dan tomat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Gobel, modus para preman itu dengan cara menghadang masuknya hasil panen petani ke beberapa pasar besar yang meminta para petani untuk membawa pulang hasil panen tanpa adanya transaksi jual beli.
"Kalau begini kasihan merekanya (petani), ini temuan baru dan akan kita rapikan lagi tata niaga pertaniannya. Untung saja saya ajak curhat petaninya jadi ketahuan kenapa kadang-kadang stok kurang, Oh ternyata ini nih ada preman yang ikut bermain," lanjut Gobel didampingi Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Srie Agustina.
Informasi mengenai adanya preman pasar tersebut disampaikan oleh seorang petani. Menurutnya aksi para preman itu sudah dua kali dialami kelompok tani di daerahnya.
"Bagi kami juga baru, dua kali panen ketika stok komoditas kami kirim terjadi penghadangan di pasar induk, saya kaget kok barang dibawa pulang. Terus yang bawa bilang jika ada yang menyuruh mereka untuk tidak menjual barang," ujar petani tersebut.
(hen/hen)











































