Ekonomi RI Sangat Bergantung dengan China, Ini Buktinya

Ekonomi RI Sangat Bergantung dengan China, Ini Buktinya

Maikel Jefriando - detikFinance
Rabu, 08 Jul 2015 21:04 WIB
Ekonomi RI Sangat Bergantung dengan China, Ini Buktinya
Foto: Reuters
Jakarta - Melemahnya perekonomian China memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Bank Indonesia (BI) mencatat, setiap ekonomi China tergerus 1%, maka ekonomi Indonesia ikut tergerus 0,4-0,6%.

Demikian diungkapkan Gubernur BI Agus Martowardojo di di Kantor Pusat BI, Jakarta, Rabu (8/7/2015)

"Studi kami kalau pertumbuhan ekonomi China tergerus 1%, dampak ke pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa 0,4-0,6%. Jadi kami betul-betul harus perhatikan," tegasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alasannya, karena komoditas perdagangan utama Indonesia selama ini diekspor ke China. Misalnya batu bara, minyak kelapa sawit (CPO), karet, dan yang lainnya. Sehingga bila permintaan itu berkurang, maka akan memukul industri dalam negeri.

Di samping itu, China juga merupakan pusat bagi perekonomian regional. Maka ketika regional mengalami perlambatan ekonomi, maka permintaan barang dari Indonesia pun ikut menurun.

"Kalau koreksinya sangat tajam dan sekarang sudah terlihat beberapa indikatornya, maka akan ada dampak untuk Indonesia," terang Agus.

Sebelum memasuki 2012, perekonomian China mampu tumbuh di atas 10%. Kemudian terus melambat dan tahun ini diproyeksikan hanya akan tumbuh sekitar 7%.

Agus menambahkan, dalam persoalan pasar saham di China, keputusan untuk intervensi merupakan sebuah keberanian. Meskipun pada akhirnya saham di negeri tirai bambu tersebut tetap jatuh.

"Kalau saham biasanya dibiarkan sesuai dengan mekanisme pasar, kami melihat dana yang dihabiskan US$ 16 miliar-US$ 18 miliar. Tapi tetap jatuh harga sahamnya. Memang ini yang harus kami waspadai," ujar Agus.

(mkl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads