Ia memulai usaha di industri pengolahan kayu dan kehutanan pada tahun 1972. Bisnis Sukanto Tanoto dijalankan oleh kelompok usaha the Royal Golden Eagle International (RGEI), yang dulu dikenal sebagai Raja Garuda Mas
Pria berumur 64 tahun ini memiliki Tanoto Foundation, yang melakukan kegiatan filantropi dari kegiatan usaha RGEI Group. Bidang usaha yang dijalankan yaitu perkebunan sawit PT Asian Agri dan hutan tanaman industri (HTI) dari Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP). Setiap tahunnya, Tanoto Foundation menyisihkan Rp 100 miliar untuk kegiatan sosial.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengurus Tanoto Foundation Sihol Aritonang mengatakan, dana yang dikelola tersebut disalurkan untuk berbagai kegiatan sosial seperti pendidikan, pemberdayaan petani, UMKM, dan lainnya. Misalnya mereka menyalurkan beasiswa swasta terbesar di Indonesia dari tingkat PAUD hingga S3. Sejak 2006, sebanyak 5.200 orang penerima beasiswa ke 28 perguruan tinggi.
Selain itu, di sekitar lokasi usaha yang terletak di Sumatera Utara, Riau, dan Jambi, mereka melakukan pemberdayaan masyarakat dan petani plasma. Sebanyak 26.000 petani plasma di lahan seluas 60.000 hektar kebun sawit di bawah Asian Agri.
"Awal pemberdayaan petani kelapa sawit dimulai dari kegiatan transmigrasi tahun 1980-an. Para transmigran di Riau dan Jambi diberi lahan masing-masing 2,5 hektar. Jadi 2 hektar untuk perkebunan dan sisanya untuk tempat tinggal," kata Sihol.
(hen/dnl)











































