Ada Terminal 3, Mimpi Pengelola Bandara Soetta Saingi Changi

Ada Terminal 3, Mimpi Pengelola Bandara Soetta Saingi Changi

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Kamis, 09 Jul 2015 16:57 WIB
Ada Terminal 3, Mimpi Pengelola Bandara Soetta Saingi Changi
Jakarta - PT Angkasa Pura II (Persero) memiliki program pengembangan Terminal 3 di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang. Terminal yang menelan biaya triliunan rupiah ini direncanakan baru bisa beroperasi penuh pada akhir 2016. Saat beroperasi, Terminal 3 bisa menampung 25 juta penumpang.

AP II sebagai pengelola dan pengembang Terminal 3 optimis terminal tersebut bisa bersaing dengan terminal penumpang di Bandara Changi Singapura.

"Sisi komersial kita develop selevel dengan ada di Bandara Changi. Kita coba koordinasi tenant internasional," kata Direktur Komersial AP II Faik Fahmi saat bertandang ke kantor detik.com dan CNN Indonesia, Jakarta, Kamis (9/7/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Secara desain, Terminal 3 dirancang dengan fasilitas layaknya bandara kelas dunia. Fasilitas yang mendukung seperti hotel transit, lokasi perbelanjaan kelas dunia, galeri budaya, fasilitas kereta antar terminal atau automated people mover system, hingga kereta khusus bandara dari atau ke Jakarta.

"Terminal 3 kita rancang seperti etalase Indonesia. Di sana diperkenalkan budaya Indonesia. Disitu jadi display produk kita,” sebutnya.

Saat beroperasi penuh, Terminal 3 akan diprioritaskan untuk melayani maskapai nasional Garuda Indonesia dan aliansi penerbangan dunia yang tergabung di dalam Sky Team, Garuda Indonesia sebagai salah satu anggota.

Sky Team digandeng untuk menggaet maskapai di bawah group aliansi tersebut agar beredia trandit di Bandara Soetta sebelum melanjutkan terbang ke Australia. Selama ini, Faik menyebut maskapai asing mayoritas terbang ke Australia yang melewati wilayah udara Indonesia justru sering transit di Singapura.

AP II ingin menarik maskapai asing agar transit di Terminal 3 Bandara Soetta sehingga perseroan akan melengkapi fasilitas Terminal 3 menyerupai bandara-bandara kelas dunia untuk memikat maskapai asing.

"Yang beroperasi di situ flight carrier untuk domestik dan internasional, kemudian Sky Team. Penumpang Garuda ada 18 juta dan 7 juta diisi airlines Sky Team," sebutnya.

Dengan meningkatnya komposisi transit penerbangan internasional, AP II bisa memperoleh pendapatan lebih tinggi. Alasannya, bila mengembangkan kawasan komersial kelas dunia, tingkat belanja atau spending penumpang internasional lebih banyak dari belanja penumpang domestik. Saat ini, Bandara Soetta mayoritas didominasi oleh penerbangan domestik.

"Kalau lokal spending paling banyak Rp 75 ribu kalau internasional spending bisa Rp 300 ribu per orang. Kita kerjasama dengan Korea untuk ambil tenant internasional," ujarnya.

Sementara itu, AP II juga merenovasi dan mempercantik Terminal 1 dan Terminal 2. Selain dipercantik, kapasitasnya juga dinaikkan agar mampu menampung penumpang sampai 40 juta orang per tahun. Terminal 1 akan diprioritaskan untuk penerbangan low cost carrier (LCC) sedangkan terminal 2 untuk penerbangan domestik dan internasional.

Meski Terminal 1 diperuntukan untuk maskapai penerbangan murah, namun kualitas pelayanan dan fasilitas lebih unggul daripada terminal LLC yang ada di dunia.

"Di Narita (Jepang), Terminal LCC kayak gudang saja. LCC Terminal 1 jauh lebih bagus dari Narita. Dia tergambar dengan PSC dengan dia bayar," sebutnya.

(feb/rrd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads