Hasan, seorang pedagang bawang merah di pasar tersebut, mengeluhkan soal operasi pasar (OP) bawang merah yang dilakukan pemerintah di pasar tersebut. Alasan Hasan, OP ini dilakukan setelah harga bawang merah di pasar murah. Meski dia tidak menyebutkan berapa harga yang murah tersebut.
"Yang saya sayangkan, suplai sudah ada, kok baru OP. Jadi saya rasa saya minta perlindungan pada Bapak. Saya anggap Bapak sebagai orangtua sendiri, jangan kami disalahkan, kalau pas naik kita disalahkan. Bawang ini memang musiman. Harga naik kami dimarahi, kalau turun kami dimarahi petani. Janganlah kami-kami ini disalahkan dalam harga," ungkap Hasan ke Gobel, Jumat (10/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya baca di media, ada mafia spekulan dalam bawang merah ini. Di Bawang merah tidak spekulasi, harus dijual cepat-cepat karena cepat rusak. Jadi tidak bisa spekulasi," kata Hasan.
Sementara seorang pedagang cabai mengatakan, pasokan cabai rawit merah saat ini berkurang. Harga saat ini Rp 38 ribu/kg, naik dari sebelumnya Rp 20 ribu/kg karena pasokan yang berkurang.
"Sekarang kebutuhan rawit besar sekali. Sekarang tukang bakso, mie ayam, pecel lele dan lain-lain butuh rawit. Kalau pasokannya kurang melonjak terus," jelas pedagang cabai tersebut.
(dnl/dnl)











































