Curhat Pedagang: Pak Mendag Tak Ada Mafia Bawang Merah

Curhat Pedagang: Pak Mendag Tak Ada Mafia Bawang Merah

Muhammad Idris - detikFinance
Jumat, 10 Jul 2015 04:30 WIB
Curhat Pedagang: Pak Mendag Tak Ada Mafia Bawang Merah
Foto: Mendag Gobel Sahur di Kramat Jati (Idris-detikFinance)
Jakarta - Para pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur memanfaatkan momen sahur bareng bersama Menteri Perdagangan, Rachmat Gobel. Keluh kesah disampaikan pedagang ke Gobel pada Jumat dini hari ini.

Hasan, seorang pedagang bawang merah di pasar tersebut, mengeluhkan soal operasi pasar (OP) bawang merah yang dilakukan pemerintah di pasar tersebut. Alasan Hasan, OP ini dilakukan setelah harga bawang merah di pasar murah. Meski dia tidak menyebutkan berapa harga yang murah tersebut.

"Yang saya sayangkan, suplai sudah ada, kok baru OP. Jadi saya rasa saya minta perlindungan pada Bapak. Saya anggap Bapak sebagai orangtua sendiri, jangan kami disalahkan, kalau pas naik kita disalahkan. Bawang ini memang musiman. Harga naik kami dimarahi, kalau turun kami dimarahi petani. Janganlah kami-kami ini disalahkan dalam harga," ungkap Hasan ke Gobel, Jumat (10/7/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia juga membantah soal isu adanya mafia yang mempermainkan harga bawang merah sehingga bisa naik tinggi.

"Saya baca di media, ada mafia spekulan dalam bawang merah ini. Di Bawang merah tidak spekulasi, harus dijual cepat-cepat karena cepat rusak. Jadi tidak bisa spekulasi," kata Hasan.

Sementara seorang pedagang cabai mengatakan, pasokan cabai rawit merah saat ini berkurang. Harga saat ini Rp 38 ribu/kg, naik dari sebelumnya Rp 20 ribu/kg karena pasokan yang berkurang.

"Sekarang kebutuhan rawit besar sekali. Sekarang tukang bakso, mie ayam, pecel lele dan lain-lain butuh rawit. Kalau pasokannya kurang melonjak terus," jelas pedagang cabai tersebut.

(dnl/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads