Perekonomian di negara-negara Amerika Latin saat ini sedang melambat dan turun. Bank Dunia memprediksi, 2015 menjadi tahun yang buruk bagi perekonomian di Amerika Latin sejak krisis keuangan global terjadi di 2008 lalu. Kinerja pasar keuangan terburuk di dunia berada di wilayah tersebut.
"Kelemahan Amerika Latin menjadi refleksi pelemahan outlook ekonomi global," kata Win Thin, Senior Ekonom dari Brown Brothers Harriman, dilansir dari CNN, Kamis (9/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
China merupakan partner dagang terbesar dari banyak negara di Amerika Latin, namun AS tetap mencoba untuk merebutnya dalam beberapa bulan terakhir ini. Namun tetap, melambatnya perekonomian China bisa menarik Amerika Latin ikut turun.
"Kami memperkirakan adanya pertumbuhan yang amat amat lemah. Brasil dalam keadaan yang buruk, Argentina juga tidak lebih baik. Demikian juga dengan Chili dan Peru yang ekonominya melambat," kata Eugenio Aleman, Ekonom Senior dari Wells Fargo Securities.
Β
Belum sampai situ, Venezuela saat ini menjadi negara dengan ekonomi terburuk di dunia, karena inflasi yang sangat tinggi. Tetangganya, Kolombia, memiliki pasar saham terburuk di dunia tahun ini, indeks saham negara tersebut turun 13% selama tahun ini. Diikuti dengan pasar saham Peru yang turun 12,5%.
Masalah besar yang dihadapi Amerika latin adalah China, komoditas, dan mata uang. Wilayah ini booming pada dekade lalu karena tingginya harga komoditas, yaitu bijih besi, tembaga dan bahan makanan.
Lemahnya ekonomi China membuat permintaan barang dari Amerika Latin turun. Langkah pemerintah China menyetop pasar saham yang 'berdarah-darah', membuat perusahaan konstruksinya juga menahan ekspansi, termasuk ke Amerika Latin.
Lalu nilai tukar, penguatan dolar tahun ini membuat mata uang negara Amerika Latin tiarap. Akhirnya, barang impor menjadi mahal.
Mata uang Kolombia sudah turun 13% tahun ini terhadap dolar AS. Mata uang real Brasil turun 21%, dan peso Meksiko juga turun.
(dnl/ang)











































