Mendag: Kenaikan Harga Gula dan Beras Bukan Akibat BBM

Mendag: Kenaikan Harga Gula dan Beras Bukan Akibat BBM

- detikFinance
Selasa, 22 Feb 2005 14:36 WIB
Jakarta - Menteri Perdagangan menyebutkan kenaikan harga sejumlah barang kebutuhan pokok seperti beras dan gula dalam dua pekan terakhir tidak disebabkan oleh rencana kenaikan harga BBM. Kenaikan itu disebabkan oleh stok yang memang menipis."Kalau dampak langsung kenaikan BBM terhadap kenaikan harga sembako itu hanya kecil sekitar 1 persen saja," kata Menteri Perdagangan Marie Elka Pangestu saat melakukan sidak ke pasar Senen Jakarta, Selasa (22/2/2005).Diakui oleh Mendag dalam pemantauan minggu ini atas komoditi gula dan beras mengalami kenaikan harga. Oleh karenanya pemerintah siap melancarkan operasi pasar atas dua komoditi itu agar harga tidak melambung."Kenaikan harga ini erat kaitannya dengan musim dan harga di luar negeri yang naik. Makanya operasi pasar ini untuk mengantisipasi saat menunggu realisasi impor yang akan masuk dalam jumlah besar dalam waktu dekat," ujar Mari Pangestu.Marie menyatakan tujuannya terjun langsung ke pasar-pasar adalah untuk mengecek ketersediaan stok beras dan gula di dalam negeri. "Kita harus mengerti faktor-faktor kenaikan harga bukan karena kenaikan BBM," tegasnya.Dicontohkannya, harga gula naik karena saat ini musim giling dalam negeri belum mulai sedangkan stok luar negeri tipis dikarenakan musim giling Thailand baru mulai. Dalam 1-2 bulan ini stok gula susah didapat sehingga harga naik. "Ke depan harga gula akan stabil dengan adanya gula dari Thailand tapi kita juga belum tahu kondisi permintaan dari RRC dan India yang meningkat. Namun apapun yang terjadi pemerintah harus tetao menjaga kestabilan harga. Gula dikatakan stabil jika harganya di bawah Rp 6.000 per kilogram," ungkap Mendag.Mari Pangestu juga menyebutkan saat ini sayur matur, telur, ayam dan daging harganya cukup stabil. Direncanakan dalam minggu ini akan digelarrapat dengan asosiasi ritel produsen sembako untuk mendengar laporan mereka faktor apa yang dialami dan menghimbau agar harga tidak melonjak.Harga di pasar Senen berdasarkan pantuan Departemen Perdagangan cukup bervariasi. Gula harganya naik dari Rp 5.000 per kilogram ke Rp 5.300 per kilogram bahkan sempat mencapai Rp 6.000 per kilogram, Beras IR-64 naik dari Rp 2.800 per kilogram ke Rp 3.500 per kilogram, IR-3 naik dari Rp 2.700 per kilogram menjadi Rp 2.900 per kilogram, sayur mayur seperti sawi naik dari Rp 2.000 per kilogram menjadi Rp 4.000 per kilogram, wortel ikan juga naik. Sedangkan telur turun dari Rp 8.300 per kilogram menjadi Rp 8.000 per kilogram, minyak goreng dari Rp 5.500 per liter menjadi Rp 5.000 per liter. (san/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads