Menko Perekonomian Sofyan Djalil mengakui, lambatnya investasi yang direalisasikan. Namun bukan karena pihak investor, melainkan kesiapan pemerintah dalam menyiapkan proyek.
"Komitmennya nggak ada masalah, cuma kesiapan kita saja. Kalau proyek Jepang kan misal untuk PLTU (pembangkit listrik tenaga uap) Batang di Jawa Tengah masalahnya kan di kita, proyek HVDC itu mereka semua sudah komitmen tinggal realisasinya saja," terangnya di Istana Negara, Jakarta, Jumat (10/7/2015)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena untuk realisasi kan perlu beberapa step, step itu ada di pihak kita," sebutnya.
Pemerintah, kata Sofyan, akan berusaha mempercepat persiapan proyek. Khususnya yang melalui mekanisme Kerjasama Pemerintah Swasta atau Public Private Partnership (PPP). Sehingga tidak mengecewakan investor.
"Ini artinya kesiapan proyek. Bukan masalah pemerintah salah, tapi pihak Jepang mengatakan komitmen saja terus kemudian kereta cepat dan lainnya," tukasnya.
(mkl/dnl)










































