Sofyan Djalil: Jepang Siap Berinvestasi, Tapi Kita Belum Siap

Sofyan Djalil: Jepang Siap Berinvestasi, Tapi Kita Belum Siap

Maikel Jefriando - detikFinance
Jumat, 10 Jul 2015 13:35 WIB
Sofyan Djalil: Jepang Siap Berinvestasi, Tapi Kita Belum Siap
Jakarta - Kedatangan utusan pemerintahan Jepang ke Indonesia untuk bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah beberapa kali terjadi. Dalam pertemuan ini, Jepang terus menyatakan komitmennya untuk berinvestasi. Akan tetapi, sampai sekarang belum ada yang dimulai.

Menko Perekonomian Sofyan Djalil mengakui, lambatnya investasi yang direalisasikan. Namun bukan karena pihak investor, melainkan kesiapan pemerintah dalam menyiapkan proyek.

"Komitmennya nggak ada masalah, cuma kesiapan kita saja. Kalau proyek Jepang kan misal untuk PLTU (pembangkit listrik tenaga uap) Batang di Jawa Tengah masalahnya kan di kita, proyek HVDC itu mereka semua sudah komitmen tinggal realisasinya saja," terangnya di Istana Negara, Jakarta, Jumat (10/7/2015)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sofyan menjelaskan seperti dalam kasus PLTU Batang, sampai sekarang masih tengah proses pembebasan lahan. Begitu juga dengan proyek kabel bawah laut tegangan tinggi arus searah atau high-voltage direct current (HVDC) Sumatera-Jawa, yang masih belum selesai di tahapan birokrasi.

"Karena untuk realisasi kan perlu beberapa step, step itu ada di pihak kita," sebutnya.

Pemerintah, kata Sofyan, akan berusaha mempercepat persiapan proyek. Khususnya yang melalui mekanisme Kerjasama Pemerintah Swasta atau Public Private Partnership (PPP). Sehingga tidak mengecewakan investor.

"Ini artinya kesiapan proyek. Bukan masalah pemerintah salah, tapi pihak Jepang mengatakan komitmen saja terus kemudian kereta cepat dan lainnya," tukasnya.

(mkl/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads