Mendag Gobel: Rata-rata Harga Sembako Sudah Turun

Mendag Gobel: Rata-rata Harga Sembako Sudah Turun

Muhammad Idris - detikFinance
Jumat, 10 Jul 2015 13:42 WIB
Mendag Gobel: Rata-rata Harga Sembako Sudah Turun
Jakarta - Sepekan jelang hari raya Idul Fitri 1436 H, harga rata-rata nasional sejumlah kebutuhan pokok (sembako) mengalami penurunan. Misalnya harga bawang merah yang beberapa pekan lalu tinggi kini sudah stabil.

"Rata-rata nasional turun, kalau lihat tadi bawang sudah pada turun tuh. Yah jangan bilang-bilang sebelumnya terus (naik), lihatnya sekarang nih (turun),” kata Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel ditemui di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (10/7/2015).

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan (Kemendag) 9 Juli 2015, harga sembako rata-rata nasional yang harganya turun antara lain gula pasir, tepung terigu, minyak goreng curah, telur ayam ras, bawang merah, dan bawang putih.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Harga gula pasir turun 0,88 persen dari Rp 13.125/kg menjadi Rp 13.010/kg, bawang merah turun 4,12 persen dari Rp 26.680/kg menjadi Rp 25.580/kg, dan bawang putih turun 2,02 persen dari Rp 21.820/kg menjadi Rp 21.380/kg.

Sementara itu, bahan pokok lainnya seperti beras, kedelai impor, daging sapi, daging ayam ras, cabai merah keriting, cabai merah besar, dan cabai rawit merah mengalami kenaikan harga yang bervariasi, mulai dari 0,05 persen hingga 12,09 persen.

Selain itu, penuruanan kiriman pasokan cabai seminggu sebelum Lebaran, membuat harga cabai kembali naik. Di Pasar Induk Kramat Jati, pasokan cabai turun sebesar 5,88 persen dari 85 ton menjadi 80 ton. Padahal di sehari sebelumnya, pasokan cabai ke pasar tersebut sebanyak 150-200 ton per hari. Ini yang menyebabkan harga cabai merangkak naik.

Harga cabai keriting pun tercatat naik 12 persen dari Rp 25.000/kg menjadi Rp 28.000/kg, cabai merah besar naik 9,09 persen dari Rp 22.000/kg menjadi Rp 24.000/kg, dan cabai rawit merah naik 6,67 persen dari Rp 30.000/kg menjadi Rp 32.000/kg. Sedangkan harga komoditas bawang merah dan bawang putih stabil di Pasar Induk Kramat Jati, yaitu sebesar Rp 16.000 dan Rp 18.000 per kg.

"Harga sampai sekarang masih stabil, kalau ada kenaikan masih normal lah, kenaikan masih normal, 0,2 persen, yah nggak apa-apa pedagang kan mau Lebaran juga,” katanya.

Menurutnya, kenaikan harga merupakan bentuk THR (tunjangan hari raya) untuk pedagang. “Lihat pedagang kan juga mau mudik. Jangan kita lihat bahwa sesuatu kenaikan lihatnya sebagai keresahan,” tegas Gobel.

Pihaknya tetap berupaya keras mengendalikan harga dengan terus melakukan operasi pasar serta memperbaiki aliran distribusi barang. “Antisipasi ke depannya pemerintah akan mengatur distribusinya, jadi sistem pasokan supaya bisa kendalikan harga,” ujarnya.

Selain rantai distribusi barang pokok, dirinya akan intens menjalin komunikasi dengan Menteri Pertanian untuk meningkatkan produksi komoditas pangan dalam negeri.

“Pertama suplai harus selalu ada. Yah tentu produksinya harus kita naikin, produksi harus kita dorong, supaya petani bisa menikmatin,” tambah Gobel.

(hen/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads