Kalangan dunia usaha termasuk yang terpukul akibat kondisi ekonomi Indonesia yang melambat. Mereka punya satu keinginan kepada pemerintah agar segera keluar dari kondisi yang tak menyenangkan saat ini.
"Usulan Kadin itu kita hanya inginkan bahwa agar kebijakan-kebijakan pemerintah itu yang sifatnya lebih integrated, lebih sinergis, mencakup kepentingan dari semua sektor, jangan ada lagi yang per sektor saja," pesan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Suryo Bambang Sulisto usai buka bersama keluarga besar Kadin di JCC, Jumat (10/7/2015)
Ia berpesan kepada Presiden Jokowi agar kabinet kerjanya bisa mengeluarkan kebijakan yang tak berdampak negatif pada sektor lain. "Misalnya yah ada pajak, bea ekspor, juga kebijakan menyangkut keharusan meningkatkan uang muka, memang sekarang udah diturunin, tapi hal-hal seperti itu bisa merugikan sektor lain," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mencontohkan soal ketentuan ketenagakerjaan yang berisiko berdampak pada investasi. Seperti diketahui, pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 16 Tahun 2015 tentang Tata Cara Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) tertanggal 29 Juni 2015, yang persyaratannya makin banyak.
"Kalau orang mau investasi kalau sulit dapat dapat tenaga kerja yah sulit. Jadi presiden sangat membuka diri untuk membuka diri apa usulan konkret, saran-saran untuk mengatasi masalah dunia usaha," katanya.
(hen/hen)











































