Kemenhub menilai, ekuitas negatif berpotensi menimbulkan permasalahan pada operasi perusahaan termasuk dalam kaitannya dengan standar pelayanan dan keselamatan penerbangan.
Ketua Umum maskapai penerbangan Indonesia yang tergabung dalam Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Arif Wibowo menilai, hal tersebut merupakan bentuk kontrol yang dilakukan pemerintah agar setiap maskapai terus menjaga kinerjanya dengan baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arif menyebutkan, hingga saat ini dari daftar nama-nama maskapai yang masuk catatan modal kerja negatif, belum ada yang melapor untuk menambah modal atau ekuitas.
"Belum ada laporan," katanya.
Meski begitu, dia menambahkan, pihaknya selalu memantau kesehatan keuangan masing-masing maskapai penerbangan agar tidak berdampak buruk terhadap kinerja perusahaan.
"Masing-masing airlines sedang menyelesaikannya, kayak Citilink tadinya negatif, kita konversi jadi positif," ujar dia.
Berikut ini 13 maskapai yang modal kerjanya negatif:
- Indonesia AirAsia
- Batik Air
- Trans Wisata Prima Aviation
- Istindo Services
- Survei Udara Penas
- Air Pasifik Utama
- John Lin Air Transport
- Asialink Cargo Airline
- Ersa Eastern Aviation
- Tri MG Intra
- Nusantara Buana
- Manuggal Air
- Cardig Air










































