Pedagang-pedagang parcel musiman ini menjual parcel berkisar antara Rp 150 ribu hingga Rp 1,8 juta untuk setiap parcel yang isinya makanan atau piring dan gelas keramik.
Harga tersebut akan turun drastis saat satu hari menjelang Hari Raya Idul Fitri atau H-1. "Kalau sudah H-1, kita diskon harga gede-gedean. Sudah nggak nyari untung lagi, jualnya yang penting balik modal, cuci gudanglah istilahnya," kata Serly Saputra, pedagang parcel Cikini pada detikFinance, Sabtu (11/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pedagang lainnya, Wiwit juga berencana melakukan aksi 'cuci gudang' sehari sebelum Lebaran. "Namanya juga makanan, kita kan juga mau mudik. Yah mau nggak mau jual sesuai harga modal awal," katanya.
Penjaga toko parsel "Ibu Sri" bekas gusuran Stasiun Cikini ini juga mau tak mau mendiskon parcel dagangannya.
"Nanti lah H-1. Yang Rp 700.000 dijual Rp 600.000 saja. Yang Rp 150.000 jadi Rp 100.000. Rugi kalau makanan masih dijual setelah Lebaran. Soalnya Lebaran pedagang biasnya cuma jual keranjang sama bungkusin saja," tutur Wiwit.
(rrd/rrd)











































