Sepi Peziarah, Keuntungan Pedagang Makin Tipis

Sepi Peziarah, Keuntungan Pedagang Makin Tipis

Lani Pujiastuti - detikFinance
Minggu, 12 Jul 2015 14:24 WIB
Sepi Peziarah, Keuntungan Pedagang Makin Tipis
Jakarta - Momen Lebaran biasanya memberi berkah ke pedagang bunga di tempat pemakaman umum saat meraup rejeki. Namun beberapa hari jelang Lebaran tahun ini, pemakaman sepi dari peziarah. Pedagang bunga pun hanya kantongi untung tipis.

"Tiga tahun terakhir peziarah makin sepi. Biasanya akhir pekan kalau mau lebaran sudah ramai. Hari Jumat nanti pas lebaran baru ramai yang ziarah," ungkap Ida, pedagang bunga di Tempat Pemakaman Umum Karet Bivak, kepada detikFinance, Minggu (12/7/2015).

Ida mengaku puncak peziarah yaitu H-1 dan saat Hari Raya Idul Fitri. "Nanti sebelum malam takbiran dan pas hari raya paling banyak yang ke makam," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama 1 jam pantauan detikFinance hanya 4 orang pembeli yang mengunjungi kiosnya untuk membeli beberapa kantong bunga tabur dan beberapa botol mawar.

Sekantong bunga tabur, satu tangkai mawar maupun sebotol air mawar dihargai Rp 5.000. Padahal menurutnya, harga dari pemasok bunga sudah naik.

"Saya tetap jual Rp 5.000. Nanti lebaran juga jualnya standar segitu. Padahal harga bunga dari pemasoknya udah naik," ungkap nenek 2 cucu yang telah berdagang bunga selama 15 tahun di TPU Karet Bivak ini.

"Waktu tiga tahun lalu waktu ramai, saya bisa untung setengah dari modal, sekarang ya cuma 20%," tambah Ida.

Menurutnya, jumlah peziarah berkurang karena antusias berziarah berkurang. "Dulu orang mau pulang kampung pada nyekar dulu. Sekarang mungkin berkurang kepedulian sama leluhur mereka. Makin ke sini makin sepi," imbuhnya.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads