"Tiga tahun terakhir peziarah makin sepi. Biasanya akhir pekan kalau mau lebaran sudah ramai. Hari Jumat nanti pas lebaran baru ramai yang ziarah," ungkap Ida, pedagang bunga di Tempat Pemakaman Umum Karet Bivak, kepada detikFinance, Minggu (12/7/2015).
Ida mengaku puncak peziarah yaitu H-1 dan saat Hari Raya Idul Fitri. "Nanti sebelum malam takbiran dan pas hari raya paling banyak yang ke makam," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekantong bunga tabur, satu tangkai mawar maupun sebotol air mawar dihargai Rp 5.000. Padahal menurutnya, harga dari pemasok bunga sudah naik.
"Saya tetap jual Rp 5.000. Nanti lebaran juga jualnya standar segitu. Padahal harga bunga dari pemasoknya udah naik," ungkap nenek 2 cucu yang telah berdagang bunga selama 15 tahun di TPU Karet Bivak ini.
"Waktu tiga tahun lalu waktu ramai, saya bisa untung setengah dari modal, sekarang ya cuma 20%," tambah Ida.
Menurutnya, jumlah peziarah berkurang karena antusias berziarah berkurang. "Dulu orang mau pulang kampung pada nyekar dulu. Sekarang mungkin berkurang kepedulian sama leluhur mereka. Makin ke sini makin sepi," imbuhnya.
(ang/ang)











































