Para Menteri Jokowi Tak Akan Libur Tenang Saat Lebaran

Para Menteri Jokowi Tak Akan Libur Tenang Saat Lebaran

Maikel Jefriando - detikFinance
Minggu, 12 Jul 2015 15:20 WIB
Para Menteri Jokowi Tak Akan Libur Tenang Saat Lebaran
Jakarta - Gejolak perekonomian global masih terus berlanjut sampai sekarang. Belum selesai dari persoalan krisis Yunani, muncul lagi kejatuhan pasar saham di China dan tidak lama lagi rencana kenaikan suku bunga oleh Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Fed akan terealisasi.

Firmanzah, Rektor Universitas Paramadinaβ€Ž menjelaskan, kondisi tersebut bukanlah persoalan sederhana. Pemerintah melalui menteri-menteri ekonomi harus memantau secara terus menerus, bahkan saat libur lebaran Iduβ€Žl Fitri.

"Kabinet kerja bidang ekonomi mungkin liburan lebarannya tak akan nyaman. Karena pasar saham Tiongkok masih terus jalan, harus juga mengikuti rapat-rapat di FOMC, dan termasuk kepastian dana talangan Yunani," ungkapnya dalam diskusi di Kedai Kopi Tjikini, Jakarta, Minggu (12/7/2015)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena menurutnya, setiap kali ada keputusan dan pergerakan ekonomi global akan memberikan pengaruh terhadap Indonesia. Terutama melalui pasar uang dan pasar saham.

"Mau tidak mau memang kita harus mengikuti. Sebab setiap kali ada keputusan, pemerintah harus segera menyiapkan antisipasinya," terang Firmansyah.

Meskipun dalam kasus Yunani tidak bersentuhan langsung dengan Indonesia.β€Ž Karena dari sisi perdagangan antara Indonesia dengan Yunani sangatlah kecil.

"Meskipun ekspor dan investasi dengan Yunani itu kecil.β€Ž Tapi ketika Yunani misalnya keluar dari Euro, ini akan memicu aliran dana ke AS dan membuat dolar AS menjadi kuat terhadap semua mata uang termasuk dengan rupiah," jelasnya.

Di samping itu, The Fed telah memberikan indikasi bahwa akan menaikan suku bunga pada September 2015. Maka beberapa pertemuan yang terjadi, harus tetap diikuti oleh pemerintah.

"The Fed sudah ancang-ancang bahwa akan naikan suku bunga pada September. Otomatis BI juga akan naikan suku bunga buat menahan pelemahan rupiah," tukasnya.

(mkl/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads